Saling serang antara Pakistan dan Afghanistan berpotensi jadi perang terbuka. (Al-Jazeera)
JawaPos.com - Ketegangan militer antara Pakistan dan Afghanistan kembali memuncak setelah serangkaian serangan udara dan bentrokan lintas batas memicu eskalasi terbaru di kawasan Asia Selatan.
Ibu kota Afghanistan, Kabul, dilaporkan menjadi sasaran serangan pada Jumat lalu hanya beberapa jam setelah baku tembak sengit terjadi di wilayah perbatasan kedua negara.
Sejumlah ledakan terdengar di Kabul, sementara laporan juga menyebutkan serangan terjadi di provinsi Paktia dan Kandahar. Insiden ini menandai babak baru konflik antara dua negara bertetangga yang sebelumnya sempat menandatangani gencatan senjata hasil mediasi Qatar pada 2025.
Pemerintah Pakistan melalui Menteri Informasi dan Penyiaran Attaullah Tarar menyatakan bahwa serangan udara di Kabul, Paktia, dan Kandahar menewaskan 133 pejabat Taliban Afghanistan serta melukai lebih dari 200 orang. Ia menambahkan bahwa jumlah korban masih dapat bertambah.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menegaskan angkatan bersenjata negaranya siap 'menghancurkan' siapa pun yang dianggap sebagai agresor. Sementara itu, Menteri Pertahanan Khawaja Mohammad Asif menyebut situasi yang berkembang sebagai perang terbuka antara kedua negara.
Dalam pernyataan di platform X, Asif menuding Taliban telah mengumpulkan militan dari berbagai negara dan mengekspor terorisme ke Pakistan. Ia menyebut Islamabad sebelumnya berharap stabilitas regional terjaga setelah penarikan pasukan NATO dari Afghanistan, namun kenyataannya berbeda.
Sebaliknya, Kementerian Pertahanan Afghanistan mengklaim 55 tentara Pakistan tewas dalam bentrokan perbatasan pada Kamis malam. Otoritas Kabul juga menyebut delapan tentaranya gugur dan 11 lainnya terluka.
Selain itu, Afghanistan mengklaim telah menghancurkan 19 pos militer dan dua pangkalan Pakistan. Perbedaan data korban dari kedua pihak menunjukkan sulitnya verifikasi independen di tengah konflik yang terus berkembang.
Pemerintah Taliban menyatakan serangan terhadap pasukan perbatasan Pakistan pada Kamis malam merupakan aksi balasan atas serangan udara mematikan yang lebih dulu dilakukan Pakistan di wilayah perbatasan Afghanistan pada akhir pekan sebelumnya.
Pola serangan balasan ini memperlihatkan eskalasi yang berlangsung selama berbulan-bulan. Sejak bentrokan besar pada Oktober lalu yang menewaskan lebih dari 70 orang dari kedua sisi, hubungan bilateral terus memburuk. Sejumlah perlintasan darat utama bahkan ditutup akibat situasi keamanan yang memburuk.
Pakistan selama ini menuduh Afghanistan gagal menindak kelompok militan yang melakukan serangan di wilayahnya. Tuduhan tersebut dibantah oleh pemerintah Taliban yang menegaskan tidak mengizinkan wilayah Afghanistan digunakan untuk menyerang negara lain.
Sementara itu, mengutip Guardian, Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mendesak kedua negara untuk melindungi warga sipil sesuai hukum internasional dan menyelesaikan perbedaan melalui jalur diplomasi. Seruan tersebut disampaikan melalui juru bicara PBB, Stephane Dujarric.
Di tengah ketegangan, warga sipil menjadi pihak paling rentan. Otoritas Afghanistan mengevakuasi kamp pengungsi di dekat perlintasan Torkham setelah sedikitnya 13 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka akibat kekerasan terbaru.
Di sisi Pakistan, aparat setempat melaporkan warga di wilayah perbatasan juga mengungsi ke daerah yang lebih aman. Sejumlah pengungsi Afghanistan yang hendak kembali ke negaranya turut dipindahkan demi menghindari risiko serangan lanjutan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
