Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth. (ABC News)
JawaPos.com-Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth, Jumat (27/2), memperingatkan pihak mana pun yang menantang kekuatan Washington mereka "akan membayar harga yang mahal," dan mengeklaim sejumlah operasi militer terbaru yang menurutnya menunjukkan dominasi militer AS.
"Tujuan utama kebijakan pertahanan adalah menciptakan pencegahan yang begitu kuat hingga calon lawan “gemetar ketika berpikir untuk menantang kami.," kata Hegseth pada pemberhentian tur nasional Arsenal oF Freedom di negara bagian Arkansas.
“Alangkah baiknya jika kita hidup di dunia di mana bersikap baik bisa membawa perdamaian. Namun, itu bukan dunia tempat kita hidup, melainkan dunia yang telah jatuh, di mana orang-orang kuat harus tetap kuat untuk mempertahankan hal-hal yang mereka cintai,” tambahnya.
Hegseth mengisyaratkan adanya urgensi bagi industri pertahanan Amerika Serikat. Ia mengatakan, “Kami mengirimkan sinyal permintaan yang jelas dan berkelanjutan kepada industri Amerika. Kami menginginkan yang terbaik, dan kami membutuhkannya sejak kemarin. Era kelemahan dan era ‘wokeness (kesadaran sosial)’ sudah berakhir.”
Sambil mengkritik sejumlah kesalahan langkah militer Amerika Serikat sebelumnya, ia mengatakan, “Sayangnya, dunia telah melihat sisi lain dari apa yang dilakukan AS melalui penarikan diri yang buruk dari Afghanistan, perang di Ukraina yang sebenarnya bisa dicegah dan tidak akan pernah dimulai di bawah Presiden Trump, serta krisis perbatasan selatan, masa-masa itu berakhir pada hari pertama pemerintahan Trump.”
Hegseth menjelaskan Operasi Absolute Resolve di Venezuela, menyebut salah satu alasan pasukan hanya menghadapi tembakan terbatas adalah karena tiga menit sebelum mereka tiba, 44 rudal jatuh serentak ke 44 sasaran berbeda di Karibia dari berbagai sistem peluncuran.
Menurutnya, semua rudal itu diatur waktunya agar mendarat tepat di lokasi yang diperlukan tiga menit sebelum pasukan mencapai tujuan mereka.
Memuji militer AS atas "pencegahan" terhadap "musuh," Hegseth memperingatkan bahwa "Jika Anda menantang Amerika Serikat, Anda akan membayar harga yang mahal."
"Maduro mempelajarinya bulan lalu," katanya.
Washington melancarkan Operasi Absolute Resolve pada 3 Januari untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan membawanya ke tahanan AS.
Pasukan AS melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap target di Venezuela utara, termasuk pertahanan udara dan infrastruktur komunikasi, sementara operasi khusus menyerbu Caracas untuk menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Pemerintahan Trump menggambarkan operasi itu sebagai penegakan kembali Doktrin Monroe, yang menyatakan Amerika sebagai wilayah terlarang bagi pengaruh Eropa, dan tindakan terhadap dugaan perdagangan narkoba dan korupsi, sekaligus secara eksplisit mengaitkannya dengan pengamanan pengaruh atas cadangan minyak Venezuela yang sangat besar. (*)

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
