Pesawat pembom siluman B-02 menjadi salahh satu senjata tempur yang disiagakan AS di tengah ketegangan dengan Iran. (Wikipedia)
JawaPos.com-Pesawat pembom siluman B-2 dan pesawat Amerika Serikat (AS) lainnya yang mampu menyerang Iran tetap berada pada tingkat kesiapsiagaan lebih tinggi dari biasanya, sementara Pentagon terus memperkuat kehadiran aset militer di kawasan Timur Tengah, demikian dilaporkan The New York Times.
Laporan itu mengutip seorang pejabat senior AS yang meminta namanya dirahasiakan, bahwa Pentagon meningkatkan status siaga pesawat pembom itu hampir sebulan lalu. Pesawat-pesawat yang berbasis di AS itu dapat digunakan untuk kemungkinan serangan terhadap fasilitas nuklir atau rudal balistik Iran jika upaya diplomasi gagal.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan bahwa AS bisa menyerang Iran jika negara itu menolak untuk membatasi program nuklirnya. Namun pejabat keamanan nasional senior AS dilaporkan mendorong Trump agar menunda tindakan militer hingga pasukan AS di wilayah itu lebih siap dalam hal penyerangan dan pertahanan.
Sekitar 30.000 hingga 40.000 tentara Amerika yang tersebar di Timur Tengah, termasuk di delapan pangkalan permanen, disebut kekurangan sistem pertahanan udara untuk melindungi mereka dari kemungkinan serangan balasan.
Washington juga telah memperluas kehadiran angkatan lautnya di kawasan. Gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal pengawal berpeluru kendali Tomahawk menjadi bagian dari kelompok sekitar selusin kapal AS yang dikerahkan di Laut Arab, Teluk Persia, Laut Merah, dan timur Laut Mediterania untuk memperkuat postur militer di tengah ketegangan yang meningkat.
Jenis pesawat tempur terbaru yang dikerahkan termasuk jet F-35 dan F/A-18 yang mampu mencapai jarak serang di dalam wilayah Iran. AS juga telah mengirim lebih banyak jet serang F-15E ke kawasan tersebut, menurut pejabat AS.
Sementara itu, analis militer menyatakan bahwa persiapan untuk operasi besar sering kali ditandai dengan peningkatan jumlah pesawat tanker pengisian bahan bakar di udara serta pesawat perang elektronik yang mengawal pesawat pembom.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan langkah pemindahan tambahan pesawat, termasuk tanker dan pesawat pengintai, bergerak lebih dekat atau memasuki kawasan tersebut.
Selain itu, analis mengatakan bahwa pemindahan kapal selam rudal balistik yang biasanya beroperasi di Laut Mediterania ke Laut Merah atau Laut Arab bisa menjadi indikator perencanaan ofensif. Kapal selam tersebut mampu membawa banyak rudal jelajah Tomahawk yang dapat meningkatkan kapasitas serangan AS jika diperlukan.
Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan bahwa Trump “menempatkan semua opsi di atas meja terkait Iran,” dan keputusan akan dibuat berdasarkan kepentingan keamanan nasional.
Iran menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan untuk keperluan sipil. Pejabat AS menyebut penguatan militer ini dimaksudkan untuk memastikan kesiapsiagaan dan mencegah balasan jika upaya diplomasi gagal dilakukan. (*)

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
