Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Agustus 2026 | 16.15 WIB

Takut Ancaman Iran, Trump Ketahuan Diam-diam Tukar Pesawat saat Pulang dari Turki

Presiden Donald Trump berjalan menuruni tangga saat berhenti untuk beralih ke Air Force One yang diberikan Qatar setelah partisipasinya dalam pertemuan puncak para pemimpin NATO di Turki di RAF Mildenhall di Suffolk, Inggris, pada 8 Juli. (Jonathan Ernst/Reuters) - Image

Presiden Donald Trump berjalan menuruni tangga saat berhenti untuk beralih ke Air Force One yang diberikan Qatar setelah partisipasinya dalam pertemuan puncak para pemimpin NATO di Turki di RAF Mildenhall di Suffolk, Inggris, pada 8 Juli. (Jonathan Ernst/Reuters)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ketahuan diam-diam berganti pesawat saat meninggalkan Turki bulan lalu karena adanya ancaman dari Iran yang dikhawatirkan membahayakan dirinya. Dalam operasi pengamanan rahasia, Trump bahkan disebut turun dari pesawat melalui kendaraan katering sebelum dipindahkan ke pesawat militer yang lebih kecil.

Pergantian pesawat tersebut dilakukan setelah aparat keamanan AS menilai pesawat yang secara terbuka diketahui membawa Trump lebih berisiko menjadi sasaran. Skenario itu dirancang untuk mengelabui pihak yang mungkin mengincar presiden AS, di tengah kekhawatiran mengenai ancaman dari Iran.

Trump mengkonfirmasi bahwa dirinya memang menggunakan pesawat berbeda dari yang semula diumumkan. Ia mengatakan keputusan tersebut merupakan arahan Secret Service dan militer AS.

"Aku hanya mengikuti apa yang mereka ingin lakukan. Jadi aku pergi ke Secret Service. Dan militer. Mereka ingin saya naik penerbangan yang berbeda, pesawat yang berbeda, keselamatan yang sama, tetapi mereka ingin saya melakukannya, jadi saya melakukannya. Aku melakukan apa yang mereka katakan," kata Trump.

Ketika ditanya apakah pergantian pesawat itu berkaitan dengan ancaman, Trump mengaku tidak menggali terlalu jauh informasi tersebut.

"Saya kira ada ancaman di luar sana. Aku sebenarnya tidak terlalu banyak bertanya tentang itu. Aku mendapat banyak ancaman," lanjut Trump.

Dilansir via CNN, operasi tersebut bermula setelah Trump tiba di Turki menggunakan pesawat baru yang diberikan Qatar kepada Amerika Serikat. Pesawat itu diproyeksikan menjadi Air Force One setelah menjalani berbagai modifikasi.

Namun, ketika Trump hendak meninggalkan Turki, pemerintah AS mengumumkan bahwa presiden akan pulang menggunakan pesawat kepresidenan yang lebih tua.

Pengumuman tersebut membuat publik mengira Trump memang akan meninggalkan Turki menggunakan pesawat tersebut.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore