Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Agustus 2026 | 05.07 WIB

Inggris Suntik Dana £10 Juta untuk Taksi Terbang, Kejar AS dan Tiongkok di Masa Depan Penerbangan

Vertical Aerospace dengan taksi terbang listrik Valo / Foto: (Sky News) - Image

Vertical Aerospace dengan taksi terbang listrik Valo / Foto: (Sky News)

JawaPos.com — Inggris menyiapkan dukungan hingga 10 juta poundsterling (Rp240,3 miliar; kurs Rp24.030 per poundsterling) untuk Vertical Aerospace, pengembang taksi terbang listrik, di tengah upaya perusahaan menghimpun tambahan 100 juta dolar AS untuk mempercepat pengembangan penerbangan komersial dan memperkuat posisi Inggris dalam persaingan teknologi penerbangan masa depan.

Dilansir dari Sky News, Selasa (11/8/2026), Vertical Aerospace yang tercatat di Bursa New York itu tengah menyiapkan pendanaan baru. Sekitar 35 juta dolar AS atau Rp622,65 miliar, dengan kurs Rp17.790 per dolar AS, berasal dari investor institusional yang sudah ada, sedangkan porsi terbesar diperkirakan datang dari Mudrick Capital Management dan Yorkville Advisors. Proses transaksi tersebut ditangani bank investasi Jefferies dan dapat diumumkan dalam waktu dekat.

Pendanaan tersebut berkaitan erat dengan rencana industrialisasi Vertical Aerospace di Inggris. Perusahaan sebelumnya mengungkapkan pembicaraan lanjutan dengan pemerintah mengenai hibah hingga 10 juta poundsterling untuk pengembangan fasilitas produksi. Secara keseluruhan, Vertical Aerospace telah menerima hampir 50 juta poundsterling atau sekitar Rp1,20 triliun dukungan pemerintah untuk mengembangkan pesawat penumpang bertenaga listrik.

Berbasis di Bristol, Vertical Aerospace didirikan pengusaha Ovo Energy, Stephen Fitzpatrick, yang juga mendirikan platform perangkat lunak energi Kaluza. Fitzpatrick kini memegang saham minoritas setelah mengurangi kepemilikannya. Perusahaan dipimpin CEO Stuart Simpson dan memiliki mantan direktur jenderal MI5, Lord Parker, sebagai direktur non-eksekutif.

Produk utama Vertical Aerospace adalah Valo, pesawat lepas landas dan mendarat vertikal bertenaga listrik (electric Vertical Take-Off and Landing/eVTOL) berkapasitas enam penumpang yang telah menarik minat internasional. Perusahaan telah memperoleh pesanan dari JetSetGo di India dan Heli Air Monaco untuk melayani permintaan transportasi di Côte d’Azur. Pengujian Valo diawasi Civil Aviation Authority (CAA), dengan target sertifikasi pada 2029 sebelum pengiriman kepada pelanggan maskapai.

Ambisi itu mendapat perhatian setelah demonstrasi di Farnborough International Airshow pada Juli. Vertical Aerospace memperlihatkan penerbangan transisi eVTOL kepada publik. Seusai demonstrasi, Simpson mengatakan, “Penerbangan listrik bergerak dari janji menuju kemajuan.” Menurutnya, komersialisasi pesawat baru membutuhkan lebih dari teknologi terobosan karena “membutuhkan sebuah ekosistem.”

Persaingan juga meluas ke sektor pertahanan. Reuters melaporkan Vertical Aerospace menggandeng Near Earth Autonomy untuk mengembangkan kemampuan penerbangan otonom Valo sekaligus menyiapkan varian hibrida-listrik bagi kebutuhan militer. Simpson menyebut, “Pertahanan merupakan pasar strategis yang semakin penting bagi Vertical Aerospace, dan kemitraan ini membawa kami dari ambisi menuju kemampuan operasional.” 

Pesaing dari AS seperti Joby Aviation dan Archer Aviation juga membidik pasar pertahanan, di tengah tantangan sertifikasi dan infrastruktur penerbangan listrik. The Guardian melaporkan pemerintah Inggris turut tertarik pada varian militer tersebut. Konfigurasinya menggunakan turbin gas untuk memperpanjang jangkauan. 

Simpson mengatakan sistem itu “memanfaatkan badan pesawat komersial, tetapi dengan sistem tenaga berbeda yang sangat diminati militer.” Dia menilai bahwa konfigurasi tersebut berpotensi menempuh hingga 1.000 mil dengan tingkat kebisingan dan jejak panas yang rendah.

Namun bagi Vertical Aerospace, kebutuhan modal tetap besar. Kurang dari enam bulan lalu, perusahaan memperoleh akses pendanaan hingga 850 juta dolar AS atau sekitar Rp15,12 triliun untuk memperkuat neraca dan membiayai pengembangan. Karena itu, suntikan 100 juta dolar AS menjadi penopang penting saat perusahaan memasuki tahap pengujian, sertifikasi, dan persiapan produksi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore