
Kerusakan parah di pesisir Gaza mencerminkan besarnya kebutuhan rekonstruksi yang menjadi fokus utama PBB. (United Nations in Palestine)
JawaPos.com - Sedikitnya 32 orang tewas dalam gelombang serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Sabtu, (31/1).
Serangan di jalur Gaza ini terjadi tak lama berselang setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memastikan bergabung dengan organisasi buatan Amerika Serikat (AS), Dewan Perdamaian atau Board of Peace.
Seperti dilansir dari BBC, badan pertahanan sipil yang dioperasikan oleh Hamas, mengatakan anak-anak dan perempuan termasuk di antara korban tewas di jalur gaza.
Ditambahkan bahwa dalam satu serangan, helikopter tempur menghantam tenda yang menampung pengungsi di kota Khan Younis di selatan.
Warga Palestina menggambarkan serangan ini sebagai yang terberat sejak fase kedua gencatan senjata, yang ditengahi oleh Presiden AS Trump Oktober lalu.
Militer Israel mengonfirmasi bahwa sejumlah serangan dilakukan sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran Hamas terhadap perjanjian tersebut.
Baik Israel maupun Hamas saling menuduh melanggar gencatan senjata sejak diberlakukan tahun lalu.
Dalam sebuah pernyataan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan delapan teroris diidentifikasi keluar dari infrastruktur teror bawah tanah di Rafah timur, sebuah wilayah di Gaza tempat pasukan Israel ditempatkan berdasarkan perjanjian Oktober.
IDF mengatakan, bersama dengan Badan Keamanan Israel (ISA), telah menyerang target di berbagai lokasi termasuk empat komandan dan teroris tambahan.
Serta fasilitas penyimpanan senjata, lokasi pembuatan senjata, dan dua lokasi peluncuran milik Hamas di Jalur Gaza tengah.
Hamas mengutuk serangan tersebut dan mendesak AS untuk mengambil tindakan segera, serta mengungkapkan bahwa pelanggaran yang terus berlanjut ini menegaskan bahwa pemerintah Israel terus melanjutkan genosida brutalnya terhadap Jalur Gaza.
Dikatakan bahwa tujuh korban berasal dari satu keluarga pengungsi di Khan Younis, dengan serangan tersebut mengenai apartemen tempat tinggal, tenda, tempat penampungan, dan kantor polisi.
Sementara itu, para pejabat di rumah sakit Shifa di Kota Gaza mengatakan serangan udara di kota itu menghantam sebuah apartemen tempat tinggal, menewaskan tiga anak dan dua wanita.
"Kami menemukan tiga keponakan perempuan saya di jalan. Mereka mengatakan 'gencatan senjata' dan sebagainya. Apa yang dilakukan anak-anak itu? Apa yang telah kami lakukan?," kata Samer al-Atbash, paman dari ketiga anak yang meninggal, menurut kantor berita Reuters.
Rekaman video dan gambar dari seluruh Gaza menunjukkan beberapa jenazah diangkat dari reruntuhan dan sejumlah bangunan hancur.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
