
Tentara Israel memasuki Qusra setelah pemukim mengepung rumah warga Palestina (The Guardian)
JawaPos.com - Dua keluarga Palestina dipaksa meninggalkan rumah mereka oleh tentara Israel di Desa Qusra, Tepi Barat yang diduduki, ketika aksi kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina memasuki hari kelima.
Pengusiran itu terjadi sehari setelah Mayor Jenderal Avi Bluth, komandan seluruh pasukan Israel di Tepi Barat, berjanji akan mengevakuasi kelompok pemukim yang mengepung rumah-rumah warga.
Dilansir dari The Guardian, Jumat (14/8/2025), pasukan Israel juga mengambil alih delapan rumah lain di Qusra pada Kamis pagi. Kepada kepala desa Abdul Azim Wadi, tentara mengatakan rumah-rumah tersebut diperlukan untuk operasi selama beberapa hari guna menyingkirkan para pemukim.
Enam rumah kemudian dikembalikan, tetapi warga melaporkan adanya kerusakan, termasuk Al-Qur'an dengan halaman yang disobek dan sejumlah hiasan rumah yang dihancurkan.
Pengepungan bermula pada Minggu ketika pemukim dan tentara Israel mendirikan tenda di akses menuju tiga rumah di pinggir desa. Pasokan air dan listrik diputus, sementara ambulans dicegah mencapai seorang balita yang sakit.
Tentara kemudian membongkar tenda tersebut setelah Bluth mengunjungi Qusra pada Rabu dan bertemu warga yang terjebak. Namun, kelompok pemukim tetap berada di lokasi bersama perlengkapan mereka. Upaya tentara mengusir mereka menggunakan teknik pengendalian massa juga gagal.
"Kami takut dan tidak percaya bahwa tentara benar-benar akan mengevakuasi para pemukim. Namun, saya sungguh berharap mereka melakukannya," kata Qusai Ridi, salah satu warga yang rumahnya dikepung.
Ia mengatakan tentara sempat memindahkan warga ke satu rumah dan kemudian mengizinkannya kembali. Setibanya di rumah, ia menemukan sistem kamera keamanan rusak dan sejumlah peralatan hilang. Menurut keterangannya, rumah tetangganya, Yousef Hassan, bahkan masih ditempati tentara.
Para pemukim juga masih berpatroli di kawasan tempat Amir Moatasem Odeh, 28 tahun, tewas ditembak seorang pemukim pada Maret. Ayah Odeh juga ditikam dalam insiden tersebut, tetapi belum ada seorang pun yang ditangkap.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
