Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 02.51 WIB

Tentara Israel Paksa Warga Qusra Tinggalkan Rumah di Tepi Barat

Tentara Israel memasuki Qusra setelah pemukim mengepung rumah warga Palestina (The Guardian) - Image

Tentara Israel memasuki Qusra setelah pemukim mengepung rumah warga Palestina (The Guardian)

JawaPos.com - Dua keluarga Palestina dipaksa meninggalkan rumah mereka oleh tentara Israel di Desa Qusra, Tepi Barat yang diduduki, ketika aksi kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina memasuki hari kelima. 

Pengusiran itu terjadi sehari setelah Mayor Jenderal Avi Bluth, komandan seluruh pasukan Israel di Tepi Barat, berjanji akan mengevakuasi kelompok pemukim yang mengepung rumah-rumah warga.

Dilansir dari The Guardian, Jumat (14/8/2025), pasukan Israel juga mengambil alih delapan rumah lain di Qusra pada Kamis pagi. Kepada kepala desa Abdul Azim Wadi, tentara mengatakan rumah-rumah tersebut diperlukan untuk operasi selama beberapa hari guna menyingkirkan para pemukim. 

Enam rumah kemudian dikembalikan, tetapi warga melaporkan adanya kerusakan, termasuk Al-Qur'an dengan halaman yang disobek dan sejumlah hiasan rumah yang dihancurkan.

Pengepungan bermula pada Minggu ketika pemukim dan tentara Israel mendirikan tenda di akses menuju tiga rumah di pinggir desa. Pasokan air dan listrik diputus, sementara ambulans dicegah mencapai seorang balita yang sakit. 

Tentara kemudian membongkar tenda tersebut setelah Bluth mengunjungi Qusra pada Rabu dan bertemu warga yang terjebak. Namun, kelompok pemukim tetap berada di lokasi bersama perlengkapan mereka. Upaya tentara mengusir mereka menggunakan teknik pengendalian massa juga gagal.

"Kami takut dan tidak percaya bahwa tentara benar-benar akan mengevakuasi para pemukim. Namun, saya sungguh berharap mereka melakukannya," kata Qusai Ridi, salah satu warga yang rumahnya dikepung. 

Ia mengatakan tentara sempat memindahkan warga ke satu rumah dan kemudian mengizinkannya kembali. Setibanya di rumah, ia menemukan sistem kamera keamanan rusak dan sejumlah peralatan hilang. Menurut keterangannya, rumah tetangganya, Yousef Hassan, bahkan masih ditempati tentara.

Para pemukim juga masih berpatroli di kawasan tempat Amir Moatasem Odeh, 28 tahun, tewas ditembak seorang pemukim pada Maret. Ayah Odeh juga ditikam dalam insiden tersebut, tetapi belum ada seorang pun yang ditangkap.

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore