
West Ham meminta suporter tidak menyanyikan chant anti-Palestina. (@westham/Instagram).
JawaPos.com - West Ham United meminta para pendukungnya menghentikan nyanyian provokatif yang memuat pesan anti-Palestina terkait pemain anyar mereka, Manor Solomon.
Yel-yel (chant) itu terdengar ketika West Ham menghadapi Burnley dalam laga pembuka musim Championship pada Minggu (16/8). Dalam pertandingan itu, Solomon mencetak gol untuk membantu timnya mengawali kompetisi dengan hasil positif.
Dilansir dari The Telegraph, itu bukan kali pertama Manor Solomon menghadapi kasus serupa. Ketika dipinjamkan ke Leeds United pada musim 2024/2025, pemain asal Israel itu juga menjadi sasaran chant provokatif bernada anti-Palestina. Suporter Leeds saat itu mengadaptasi melodi Do Wah Diddy Diddy milik Manfred Mann dengan lirik “Manor Solomon di benakku dan dia benci Palestina”.
Seruan serupa pun kembali terdengar di kalangan suporter West Ham saat laga melawan Burnley. West Ham pun langsung merespons dan menilai nyanyian itu bersifat memecah belah dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ingin dijunjung klub.
“Klub mengetahui adanya chant ofensif dan memecah belah yang mengandung pesan anti-Palestina, yang dinyanyikan oleh sebagian pendukung tandang dalam pertandingan pembuka EFL Championship melawan Burnley pada Minggu sore,” tulis West Ham dalam pernyataan resmi di X (dulu Twitter) pada Kamis (20/8).
West Ham memaklumi bahwa chant merupakan tradisi yang melekat dalam laga sepak bola. Namun, klub menegaskan bahwa dukungan kepada tim dan pemain hendaknya diekspresikan tanpa mencederai kelompok mana pun.
Baca Juga:Target Main Intensitas Tinggi! Bernardo Tavares Siap Memasak Skuad Persebaya Surabaya di Thailand
“Kami memahami bahwa bernyanyi dan chanting merupakan bagian tradisional dan sangat melekat dalam pengalaman pertandingan. Kami mendorong para pendukung untuk bernyanyi dengan lantang dan bangga tentang klub sepak bola mereka serta para pemain yang mengenakan seragam claret and blue, tetapi tidak pernah dengan cara yang menciptakan perpecahan atau menimbulkan ketersinggungan di antara sesama suporter,” lanjut pernyataan tersebut.
West Ham juga menegaskan bahwa seluruh pendukung, tanpa memandang latar belakang, berhak menikmati pertandingan dalam lingkungan yang aman dan bebas dari diskriminasi maupun pelecehan.
“Terlepas dari latar belakang mereka, setiap pendukung dalam basis suporter kami yang beragam juga harus dapat menikmati menyaksikan tim mereka bermain sepak bola tanpa rasa takut, diskriminasi, atau pelecehan. Kami tetap berkomitmen memastikan semua orang merasa aman, dihormati, dan diterima,” tulis klub.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022