Parlemen Jepang yang dibubarkan PM Takaichi (Kyodo News)
JawaPos.com — Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi secara resmi membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau parlemen Jepang pada Jumat (23/1). Hal itu membuka jalan bagi pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) sela pada 8 Februari 2026.
Langkah pembubaran Parlemen Jepang ini diambil untuk mencari mandat publik guna memperkuat agenda kebijakan ekonomi dan keamanan pemerintah bersama mitra koalisi barunya.
Pembubaran majelis rendah Parlemen Jepang yang beranggotakan 465 kursi tersebut dilakukan pada awal masa sidang parlemen reguler, sebuah keputusan langka yang terakhir kali terjadi 60 tahun lalu.
Dengan pembubaran itu, Jepang memasuki masa kampanye singkat menjelang pemilu yang akan digelar hanya 16 hari setelah DPR dibubarkan.
Perdana Menteri Takaichi menyetujui pembubaran tersebut pada Jumat (23/1) pagi. Meski masa jabatan anggota parlemen sejatinya baru berakhir pada 2028, Takaichi menegaskan bahwa ia membutuhkan legitimasi publik setelah menjabat sebagai perdana menteri sejak Oktober 2025.
Di sisi lain, pembubaran dilakukan sejalan dengan terbentuknya koalisi baru antara Partai Demokrat Liberal (LDP) dan Partai Inovasi Jepang (Japan Innovation Party/JIP) atau Nippon Ishin.
“Saya ingin meminta penilaian langsung dari rakyat terkait pergeseran kebijakan utama, termasuk kebijakan fiskal yang bertanggung jawab namun tetap agresif,” kata Takaichi seperti dikutip dari Kyodo News, Minggu (25/1).
Untuk diketahui, pemilu diperkirakan berlangsung ketat. Blok penguasa berupaya mempertahankan blok oposisi di tengah kekhawatiran hilangnya dukungan dari basis pemilih Komeito, mantan mitra koalisi LDP selama 26 tahun yang kini berpisah.
Di sisi lain, pemilu juga akan menjadi ajang debut bagi blok oposisi baru, Aliansi Reformasi Sentris, yang dibentuk oleh Partai Demokrat Konstitusional Jepang (CDPJ) dan Komeito.
Para analis menilai keluarnya Komeito dari koalisi berpotensi menjadi pukulan berat bagi LDP, mengingat partai tersebut dikenal mampu memobilisasi 10.000–20.000 suara per distrik dengan dukungan organisasi Buddhis awam terbesar Jepang, Soka Gakkai.
Sementara itu, di tengah pembubaran parlemen, isu ekonomi diperkirakan menjadi sorotan utama selama kampanye.
Baik kubu penguasa maupun oposisi sama-sama mengusulkan kebijakan terkait pajak konsumsi atas bahan makanan sebagai respons terhadap tekanan inflasi.
Dalam hal ini, pemerintah mempertimbangkan penangguhan pajak, sementara oposisi mendorong penghapusan total—memicu perdebatan soal sumber pendanaan alternatif dan kesehatan fiskal Jepang.
Selain itu, isu politik dan uang kembali mencuat menyusul skandal dana gelap yang menjerat LDP dalam beberapa tahun terakhir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022