
Presiden AS Donald Trump (Dok. BBC)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa Washington tengah mengerahkan kekuatan militer laut dalam skala besar ke kawasan dekat Iran. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, meski Trump menegaskan pihaknya berupaya menghindari eskalasi konflik.
Berbicara kepada awak media di dalam pesawat Air Force One, Kamis (22/1) waktu setempat saat melakukan perjalanan dari Davos menuju Washington, Trump mengatakan Amerika Serikat telah menyiagakan armada kapal perang sebagai langkah antisipatif.
“Banyak kapal kami bergerak ke arah sana, sekadar berjaga-jaga,” ujar Trump mengutip TRT World.
Ia menyebut pengerahan tersebut sebagai sebuah armada besar yang diposisikan untuk memantau situasi di sekitar Iran.
Trump menambahkan bahwa pemerintah AS terus mengawasi perkembangan di Teheran dengan saksama. Meski demikian, ia kembali menekankan bahwa kehadiran militer tersebut tidak serta-merta berarti Amerika akan melancarkan serangan.
“Kami memiliki kekuatan besar yang bergerak ke arah Iran. Saya lebih memilih tidak terjadi apa pun,” katanya.
Pernyataan Trump ini sejalan dengan konfirmasi sejumlah pejabat Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa satu kelompok tempur kapal induk serta aset militer tambahan telah diarahkan ke kawasan tersebut.
Salah satu kapal induk yang terlibat adalah USS Abraham Lincoln, yang dilaporkan bergerak bersama kapal perusak dan pesawat tempur.
Sejumlah kapal perang dan armada udara tersebut diketahui sebelumnya berada di kawasan Asia-Pasifik, sebelum akhirnya dialihkan ke Timur Tengah seiring meningkatnya ketegangan regional.
Selain itu, seorang pejabat AS juga menyebut bahwa opsi pengerahan sistem pertahanan udara tambahan tengah dipertimbangkan.
Langkah peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah bukan kali pertama dilakukan. Washington kerap mengambil strategi serupa saat situasi kawasan dinilai tidak stabil atau berpotensi memicu konflik yang lebih luas.
Namun Trump kembali menegaskan bahwa pengerahan armada ini tidak otomatis mengarah pada aksi militer. Menurutnya, kekuatan tersebut disiapkan sebagai langkah pencegahan.
“Kami punya armada besar yang bergerak ke sana, dan mungkin kami tidak perlu menggunakannya. Kita lihat saja nanti,” ucapnya.
Sebelumnya, Trump juga menyatakan harapannya agar Amerika Serikat tidak perlu kembali terlibat dalam aksi militer terhadap Iran. Meski begitu, ia memperingatkan bahwa Washington akan merespons tegas apabila Teheran kembali mengaktifkan atau melanjutkan program nuklirnya.
Pernyataan terbaru Trump ini memperlihatkan kontras yang cukup tajam antara seruan untuk menahan diri dengan besarnya kekuatan militer yang kini diposisikan di sekitar Iran. Situasi tersebut menandakan betapa sensitif dan dinamisnya hubungan antara kedua negara di tengah peta geopolitik Timur Tengah yang terus bergejolak.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
