Yakgwa, kue tradisional Korea yang terbuat dari tepung, madu, dan minyak wijen (Dok. Korea JoongAng Daily)
JawaPos.com - Kue tradisional Korea bernama yakgwa kembali mendapat tempat di tengah tren kuliner modern. Kue berbentuk bunga dengan cita rasa manis ini tak hanya ditemukan dalam acara adat, tetapi juga semakin sering hadir di etalase kafe dan toko roti kekinian. Korea JoongAng Daily melaporkan bahwa meningkatnya minat generasi muda terhadap makanan tradisional turut mendorong popularitas yakgwa dalam beberapa tahun terakhir.
Di balik rasanya yang manis dan teksturnya yang kenyal, yakgwa menyimpan sejarah panjang. Nama kue ini berasal dari gabungan kata "yak" yang berarti obat dan "gwa" yang merujuk pada manisan. Masyarakat Korea pada masa Dinasti Joseon meyakini madu sebagai bahan bernilai kesehatan tinggi, sehingga yakgwa kerap dipandang lebih dari sekadar kudapan. Kepercayaan ini bahkan tercatat dalam Donguibogam, kitab pengobatan tradisional Korea yang berpengaruh hingga kini.
Keunikan yakgwa juga terlihat dari proses pembuatannya. Berdasarkan penjelasan dari Korean Language Institute melalui laman kli.gyeongsang.kr, kue ini dibuat dari campuran tepung terigu, minyak wijen, madu, serta jahe. Adonan kemudian digoreng hingga matang, lalu direndam dalam sirup madu agar rasa manisnya meresap sempurna dan menghasilkan tekstur yang lembut namun tetap padat.
Pada awalnya, yakgwa hanya disajikan dalam momen-momen khusus seperti upacara keluarga, perayaan besar, dan hari raya panen Chuseok. Namun, seiring perkembangan selera dan gaya hidup, kue ini mengalami banyak penyesuaian. Berbagai kafe di Korea Selatan kini menyajikan yakgwa dengan sentuhan modern, seperti dipadukan dengan es krim atau disajikan hangat sebagai pendamping minuman.
Perhatian terhadap yakgwa juga datang dari media kuliner internasional. Tasting Table menyebut kue ini sebagai salah satu manisan Korea yang memiliki sejarah panjang, bahkan diperkirakan telah dikenal sejak masa Kerajaan Silla. Yakgwa dinilai menjadi contoh bagaimana kuliner tradisional Korea mampu bertahan dan beradaptasi tanpa kehilangan identitas budayanya.
Kembalinya yakgwa ke tengah arus kuliner modern menunjukkan bahwa warisan makanan tradisional masih relevan di era saat ini. Dengan tetap mempertahankan resep dasar dan menghadirkan inovasi dalam penyajian, yakgwa tidak hanya menjadi simbol sejarah kuliner Korea, tetapi juga bagian dari tren makanan yang terus berkembang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022