Elon Musk menghadiri konferensi pers di Oval Office, Gedung Putih, Washington, pada 30 Mei 2025.
JawaPos.com — Konsentrasi kekayaan global memasuki fase baru. Elon Musk kian mengukuhkan posisinya sebagai orang terkaya di dunia setelah nilai kekayaannya menembus USD 600 miliar pada Senin, menurut Forbes, atau setara sekitar Rp 9.996 triliun dengan kurs Rp 16.660 per dolar AS.
Capaian ini bukan sekadar rekor nominal, melainkan penanda bahwa jarak kekayaan antara Musk dan para pesaing terdekatnya kini melebar pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kapital global modern.
Dominasi tersebut bertumpu pada penguatan nilai aset strategis Musk, terutama di sektor antariksa. Perusahaan miliknya, SpaceX, memperoleh dorongan signifikan setelah penawaran tender internal terbaru menempatkan valuasi perusahaan di kisaran USD 800 miliar, melonjak dari sekitar USD 400 miliar pada Agustus lalu. Menurut Forbes, lonjakan ini secara langsung menambah sekitar USD 168 miliar ke dalam kekayaan bersih Musk.
Melansir Newsweek, Rabu (17/12/2025), posisi Musk saat ini dinilai lebih dekat menuju status triliuner pertama dunia dibandingkan kemungkinan tergeser dari puncak daftar orang terkaya. Newsweek melaporkan, “Dengan selisih sekitar USD 425 miliar dibandingkan Larry Page dan hanya membutuhkan tambahan sekitar USD 323 miliar untuk menembus ambang USD 1 triliun, Musk secara matematis kini berada lebih dekat menuju status triliuner pertama dunia daripada kemungkinan kehilangan posisinya sebagai orang terkaya di planet ini.”
Di bawah Musk, Larry Page, salah satu pendiri Google, kini menempati posisi kedua dengan kekayaan sekitar USD 252,6 miliar atau setara Rp 4.208 triliun. Page naik ke peringkat tersebut setelah pendiri Oracle, Larry Ellison, kehilangan sekitar USD 31 miliar akibat penurunan harga saham. Namun, pergeseran peringkat ini tidak mengubah gambaran besar: jarak antara posisi pertama dan kedua kini terpaut sangat jauh.
Sementara itu, Jeff Bezos berada di urutan ketiga dengan kekayaan sekitar USD 235,7 miliar atau sekitar Rp 3.927 triliun. Pendiri Amazon tersebut sempat bergantian menduduki posisi orang terkaya dunia sejak 2021. Kini, laju pertumbuhan nilai aset Musk menempatkan Bezos dan miliarder teknologi lain pada posisi yang semakin tertinggal.
Dominasi tersebut semakin terlihat kontras jika ditempatkan dalam perspektif sejarah. Bill Gates, pendiri Microsoft, tercatat pernah menjadi orang terkaya di dunia selama 18 tahun, dari 1995 hingga 2017—sebuah rekor panjang pada masanya.
Namun, Forbes kini menempatkan Gates di peringkat ke-18 dengan estimasi kekayaan sekitar USD 104 miliar, atau setara sekitar Rp 1.732 triliun. Perbandingan ini menegaskan betapa lanskap kekayaan global telah berubah secara fundamental, di mana akumulasi nilai pada era Musk berlangsung jauh lebih cepat dan terkonsentrasi dibandingkan generasi teknologi sebelumnya.
Forbes mencatat, SpaceX menjadi penyumbang terbesar kekayaan Musk dengan nilai sekitar USD 336 miliar. Selain itu, Tesla tetap menjadi pilar penting dengan kontribusi sekitar USD 197 miliar. Perusahaan kendaraan listrik tersebut juga menyetujui skema kompensasi jangka panjang yang berpotensi memberi Musk tambahan saham dalam jumlah sangat besar jika target strategis perusahaan tercapai.
Jika ditarik ke belakang, perjalanan kekayaan Musk mencerminkan akselerasi yang luar biasa cepat. Dia menembus ambang USD 100 miliar pada 2020, melewati USD 200 miliar pada 2021, lalu mencapai USD 300 miliar dan USD 400 miliar dalam waktu relatif singkat. Pada 2025, kekayaannya melampaui USD 500 miliar sebelum akhirnya menembus USD 600 miliar.
Perkiraan lembaga lain mempertegas skala dominasinya. Bloomberg Billionaires Index bahkan memperkirakan kekayaan Musk berada di kisaran USD 638 miliar, mencerminkan perbedaan metodologi penilaian namun tetap menegaskan satu kesimpulan: dominasi Musk berada di level yang sulit ditandingi oleh miliarder teknologi generasi yang sama.
Mengomentari lonjakan kekayaannya, Musk sendiri pernah mengatakan bahwa kekayaan pribadi bukan fokus utama hidupnya. “Saya lebih memandang penting pengaruh perusahaan-perusahaan inovatif saya daripada nilai kekayaan itu sendiri,” ujarnya, sebagaimana dikutip Investopedia.
Dengan potensi penawaran umum perdana SpaceX yang diperkirakan dapat menempatkan valuasi perusahaan hingga USD 1,5 triliun pada 2026, peluang Musk mencetak sejarah sebagai triliuner pertama dunia kian terbuka. Dalam konteks ini, jarak kekayaannya dengan Larry Page dan Jeff Bezos bukan sekadar perbedaan angka, melainkan penanda era baru dalam lanskap kekayaan global.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
