Ilustrasi bayi Yesus di palungan, Bunda Maria dan Yusuf (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Hari Natal makin dekat dan banyak hiasan bertema hari raya Natal yang sudah mulai terlihat. Selain itu, lagu-lagu Natal juga semakin sering terdengar.
Semakin maju teknologi dan kekreatifan orang-orang di dunia ini, kita juga makin sering mendengar lagu-lagu bertema Natal dalam genre-genre selain religi. Walaupun begitu, lagu-lagu religi tradisionalnya tidak akan pernah berhenti terdengar dan tetap kekal.
Salah satu lagu Natal ini adalah 'God Rest Ye Merry Gentlemen'. Sebuah lagu tua berbahasa Inggris yang penulisnya terlupakan dan hingga kini tidak diketahui.
Sejarah
Dilansir dari Branch Living, lagu 'God Rest Ye Merry Gentlemen' adalah salah satu lagu Natal tertua. Para sejarawan menemukan bukti bahwa lagu ini sudah ada sejak abad ke 16, bahkan mungkin sebelumnya.
Pada abad ke-15, lagu-lagu dan semua nyanyian gereja pada umumnya berbahasa Latin serta bersifat gelap. Karena itu, banyak umat Kristen pada masa itu tidak menyukai lagu-lagu religi.
Maka, muncul beberapa umat Kristen yang ingin melawan lagu-lagu sendu tersebut dengan menciptakan lagu-lagu gembira, yang kemudian dapat menghibur di jalanan.
Konon, para penjaga malam Inggris pada saat itu menyanyikan lagu 'God Rest Ye Merry Gentlemen' saat mereka menyusuri jalanan London.
Dilansir dari United Methodist Church Discipleship Ministries, sumber original lagu ini masih ambigu, namun diketahui bahwa lagu ini populer pada saat Charles Dickens merilis bukunya, 'A Christmas Carol' (1843).
Ahli Himne Erik Routley mengklasifikasi lagu ini dan lagu 'The First Noel' sebagai 'ballad-carol'. Buku 'New Oxford Book of Carols' (1992) mendeskripsikan lagu ini sebagai lagu "kunjungan-beruntung", karena banyak penyanyi jalanan sering menyanyikan lagu ini ketika mengunjungi rumah-rumah.
Salah satu versi paling umum dengan delapan stanza muncul di buku 'Christmas Carols Ancient and Modern' (1833) oleh William Sandys. Dalam koleksi ini, tertulis bahwa "lagu ini adalah lagu Natal paling populer di Inggris Barat."
Dilansir dari A Pianist Musings, bahasa yang digunakan pada abad ke 17 dan sekarang cukup berbeda. Kata 'rest' di sini memiliki arti tetap atau berlanjut, sedangkan 'merry' berarti hebat, megah, dan kuat.
Dari situ, terjemahan ke bahasa modernnya menjadi "Tuhan menjagamu agar tetap teguh, saudara-saudara."
Lirik

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
