
Tangkapan layar video kebakaran besar kompleks apartemen di Hong Kong. (NBC News)
JawaPos.com - Jumlah korban tewas dalam kebakaran besar di kompleks hunian Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, melonjak drastis menjadi 94 orang pada Jumat (28/11) pagi.
Hal tersebut menjadikan insiden ini sebagai kebakaran paling mematikan di kota tersebut dalam beberapa dekade terakhir.
Fire Services Department (FSD) melaporkan hingga pukul 06.00 waktu setempat, 94 orang meninggal dunia, termasuk seorang petugas pemadam kebakaran. Sebanyak 76 orang terluka, di mana 11 di antaranya adalah petugas pemadam.
Kematian juga mencakup dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dua WNI lainnya masih dalam perawatan akibat luka-luka.
Meski api sudah dinyatakan 'under control', petugas belum menemukan penyintas baru selama operasi penyelamatan sepanjang Kamis malam hingga Jumat dini hari.
Ratusan orang masih diperkirakan hilang, sementara beberapa unit di menara hunian tersebut masih menyala dan mengeluarkan asap.
Deputi Direktur FSD, Derek Armstrong Chan, mengatakan bahwa timnya melakukan pemeriksaan dari pintu ke pintu di tujuh gedung yang terdampak.
“Kami akan memaksimalkan upaya masuk paksa ke seluruh unit untuk memastikan tidak ada korban lain,” ujarnya dalam konferensi pers dini hari.
Kompleks Wang Fuk Court memiliki sekitar 2.000 unit hunian dan dihuni hampir 4.000 warga, sehingga otoritas masih menyisir ribuan area potensial tempat korban mungkin berada.
Kementerian Luar Negeri sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa dua WNI meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka akibat kebakaran tersebut.
KJRI Hong Kong bergerak cepat membuka tempat singgah sementara di gedung konsulat, menyediakan logistik, melakukan pendataan, hingga memberi pendampingan psikologis dan hukum bagi para PMI terdampak.
Keluarga korban di Indonesia telah dihubungi dan tengah disiapkan proses repatriasi jenazah serta pemenuhan hak ketenagakerjaan para PMI.
Polisi Hong Kong mengungkap indikasi kuat bahwa material renovasi dan pemasangan scaffolding di sekitar bangunan tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran.
Polisi Senior Superintendent Eileen Chung menyebut adanya temuan mengenai netting, mesh, canvas, dan plastik yang digunakan dalam proyek renovasi—bahan yang mudah terbakar dan dapat mempercepat penjalaran api.
Tiga pria berusia 52 hingga 68 tahun, semuanya terkait perusahaan konstruksi, telah ditangkap atas dugaan pembunuhan (manslaughter). Mereka terdiri dari seorang konsultan teknik dan dua direktur perusahaan.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
