
Pemandangan drone menunjukkan mobil-mobil menumpuk setelah tersapu banjir yang disebabkan oleh Topan Kalmaegi yang menumpuk di sebuah subdivisi di Bacayan, Kota Cebu, Filipina, pada 5 November 2025.
JawaPos.com - Sedikitnya lebih dari 140 orang tewas dan ratusan lainnya masih hilang akibat Topan Kalmaegi yang melanda Filipina, menurut laporan resmi badan penanggulangan bencana negara itu.
Presiden Ferdinand Marcos Jr telah menetapkan status darurat nasional, memperingatkan bahwa badai lain yang lebih kuat tengah mengancam kawasan utara.
“Ini adalah bencana nasional. Dengan status darurat, pemerintah dapat mengakses dana darurat lebih cepat dan mencegah penimbunan maupun kenaikan harga bahan pokok,” ujar Marcos usai memimpin rapat penanganan bencana di Manila.
Kalmaegi, atau disebut Tino secara lokal, menjadi bencana alam paling mematikan di Filipina sepanjang tahun ini. Badai ini menghantam delapan wilayah di bagian tengah negara kepulauan tersebut pada Selasa, menimbulkan kerusakan parah dan memaksa lebih dari 200.000 warga mengungsi.
Cebu Jadi Wilayah Terparah, Warga Pulang ke Rumah yang Rata dengan Tanah
Gambaran kehancuran paling parah datang dari Provinsi Cebu, di mana ribuan rumah hancur, kendaraan terbalik, dan jalan-jalan tertutup puing. Banyak warga yang kembali dari tempat pengungsian kini mendapati tempat tinggal mereka rata dengan tanah.
“Tantangan utama sekarang adalah pembersihan puing-puing,” kata Raffy Alejandro, pejabat senior pertahanan sipil, kepada radio lokal DZBB.
“Ini penting bukan hanya untuk mencari korban hilang, tapi juga agar operasi bantuan bisa berjalan lebih cepat,” tambahnya.
Menuju Vietnam: Kalmaegi Meningkat Jadi Kategori 4
Sementara itu, Pusat Peringatan Topan Gabungan AS (JTWC) memperingatkan bahwa badai Kalmaegi kembali menguat di atas Laut Cina Selatan dan kini telah meningkat menjadi kategori 4.
Dalam peringatannya Kamis pagi, JTWC menyebut Kalmaegi tengah bergerak cepat menuju pantai tengah Vietnam, tepat di utara kota Quy Nhon.
JTWC melaporkan badai ini akan 'menghantam pantai Vietnam dengan kekuatan puncak' dalam beberapa jam mendatang. Otoritas Vietnam kini telah memobilisasi ribuan tentara untuk membantu mengevakuasi sekitar 350.000 warga dari provinsi dataran tinggi Gia Lai dan daerah pesisir sekitarnya.
Pemerintah Vietnam memperingatkan hujan lebat dan angin kencang dapat memicu banjir di wilayah rendah dan mengganggu kegiatan pertanian, termasuk panen kopi yang sedang berlangsung.
Otoritas penerbangan juga menyebut delapan bandara, termasuk Bandara Internasional Da Nang, kemungkinan besar akan menghentikan operasi sementara.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
