
Trucks carrying humanitarian aid enter the crossing into the Gaza Strip at the Rafah border on the Egypt side, amid a ceasefire between Israel and Hamas in Gaza, in Rafah, Egypt, October 17, 2025. REUTERS/Stringer
JawaPos.com - Program Pangan Dunia PBB (WFP) memperingatkan bahwa peningkatan bantuan pangan ke Jalur Gaza sejak gencatan senjata berlaku belum cukup untuk mencegah bencana kelaparan yang meluas.
Badan PBB itu menegaskan, hambatan akses, terutama ke wilayah utara Gaza, masih menjadi penghalang utama penyaluran bantuan bagi jutaan warga yang bergantung pada suplai kemanusiaan.
Dalam keterangan di Jenewa, juru bicara WFP, Abeer Etefa, menyebut lebih dari 530 truk yang membawa sekitar 6.700 ton bahan pangan telah masuk ke Gaza sejak masa jeda pertempuran dimulai.
Jumlah itu hanya mampu menopang sekitar 500 ribu orang selama dua minggu, sementara kebutuhan harian sebenarnya mencapai 2.000 ton makanan untuk menekan potensi kelaparan massal.
"Bantuan memang meningkat, tapi masih jauh di bawah target minimal. Kami butuh akses yang lebih luas dan distribusi yang berkelanjutan, terutama ke utara Gaza yang saat ini hampir terisolasi," ujar Etefa mengutip YeniSafak, Rabu (22/10).
Upaya perluasan distribusi terus dilakukan. WFP kini telah menambah titik penyaluran dari lima menjadi 26 lokasi aktif di wilayah tengah dan selatan Gaza. Jika situasi memungkinkan, badan itu berencana membuka kembali hingga 145 titik distribusi seperti sebelum eskalasi perang.
Namun, di Gaza Utara dan Kota Gaza, distribusi pangan nyaris mustahil dilakukan. Hanya ada satu pengiriman terbatas berupa suplemen nutrisi bagi ibu dan anak yang berhasil menembus wilayah tersebut.
Selain bantuan bahan pangan kering, WFP juga mengoperasikan sembilan pabrik roti untuk memproduksi roti segar serta meluncurkan program voucher digital bagi 50 ribu warga paling rentan, dengan target ekspansi hingga 200 ribu penerima.
Etefa mendesak agar seluruh perlintasan perbatasan dibuka, karena saat ini bantuan hanya bergantung pada dua jalur utama, Karam Shalom dan Kissufim, yang belum memadai untuk menjangkau seluruh wilayah, terutama di bagian utara.
"Menjaga gencatan senjata adalah syarat mutlak. Itu satu-satunya cara kami bisa menyelamatkan nyawa dan menahan laju kelaparan di Gaza," tegas Etefa.
Meski peningkatan arus barang sempat menurunkan harga pasar, kenyataannya harga pangan tetap tak terjangkau bagi sebagian besar warga.
Tanpa pasokan yang stabil dan akses yang terbuka, perbaikan situasi di Gaza dikhawatirkan hanya bersifat sementara, sebelum krisis kelaparan kembali menghantam lebih luas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022