
Warga Korea Selatan yang ditangkap di Kamboja tiba di Bandara Internasional Incheon dengan pengawalan polisi (18/10). (Joint Press Corps)
JawaPos.com - Kasus penipuan berkedok tawaran pekerjaan bergaji tinggi yang berujung pada eksploitasi tenaga kerja secara ilegal dan tidak manusiawi di Kamboja kini tidak hanya menimpa warga Indonesia, tetapi juga telah merambah hingga Korea Selatan.
Dilansir dari The Korea Times, tersangka utama dalam kasus penipuan kerja yang berujung pada kematian seorang mahasiswa asal Korea Selatan di Kamboja telah ditangkap pada Minggu (19/10).
Pria berusia 20-an tahun itu yang juga warga Korea Selatan diduga menjadi dalang yang membujuk korban bermarga Park untuk membuka rekening bank, sebelum akhirnya mengatur keberangkatannya ke Kamboja.
Setibanya di sana, korban disebut langsung dipaksa bekerja, dikurung, dan kemudian dibunuh oleh sindikat kejahatan voice phishing.
Jenazah korban ditemukan pada Agustus 2025 lalu di dalam sebuah mobil di dekat Gunung Bokor, Provinsi Kampot Selatan. Autopsi terhadap jasad korban dijadwalkan dilakukan bersama oleh pihak berwenang Korea Selatan dan Kamboja pada Senin (20/10).
Sementara itu, polisi terus menyelidiki pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan distribusi rekening ilegal sejak penangkapan seorang broker pada awal September lalu.
Penyidik juga telah menelusuri aliran dana di rekening korban serta menganalisis riwayat komunikasi yang terkait dengan kasus tersebut.
Pada hari yang sama, sidang penahanan praperadilan digelar di cabang Andong, Pengadilan Distrik Daegu. Hasilnya, pengadilan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap tersangka dengan alasan adanya risiko melarikan diri.
Badan Kepolisian Nasional Korea Selatan menyampaikan bahwa tujuh orang, termasuk dokter forensik dari Layanan Forensik Nasional, dijadwalkan berangkat ke Kamboja sekitar pukul 18.50 waktu setempat untuk melakukan autopsi bersama.
Di sisi lain, sebanyak 64 warga negara Korea Selatan yang sebelumnya ditahan di Kamboja atas dugaan penipuan daring telah tiba di negaranya pada Sabtu dini hari menggunakan pesawat carteran.
Mengutip The Korea Times, sebagian besar dari mereka kini berstatus tersangka dan akan menjalani penyelidikan lebih lanjut. Pemulangan massal ini dilakukan setelah kematian Park memicu kemarahan publik di Korea Selatan. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
