
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan rencana mengakui negara Palestina pada September jika Israel tidak menyetujui gencatan senjata dengan Hamas. (The New York Times)
JawaPos.com - Inggris akan menjadi tuan rumah konferensi internasional membahas pemulihan Gaza, Palestina, seiring upaya global memastikan perdamaian jangka panjang pascaperang yang menelan ribuan korban jiwa.
Downing Street mengonfirmasi bahwa Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer akan hadir dalam pertemuan multinasional di Sharm el-Sheikh, Mesir, pada Senin (13/10), yang bertujuan memfinalisasi kesepakatan gencatan senjata di Gaza.
Sekitar 20 pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump dijadwalkan menghadiri KTT itu.
Starmer menegaskan, tujuan utama pertemuan ini adalah memastikan perdamaian yang berkelanjutan setelah dua tahun konflik yang menghancurkan kehidupan warga Gaza.
“Ini adalah fase pertama yang krusial untuk mengakhiri perang, dan kini kita harus melanjutkan ke fase kedua, mewujudkan perdamaian sepenuhnya,” ujar Starmer dalam pernyataannya.
“Inggris akan mendukung penuh tahap lanjutan pembicaraan agar masyarakat di kedua sisi dapat membangun kembali kehidupan mereka dengan aman," lanjutnya.
Sementara itu, pemerintah Inggris mengumumkan bahwa dana bantuan sebesar GBP 20 juta yang telah dijanjikan sebelumnya akan difokuskan pada sektor air, sanitasi, dan layanan kebersihan di Gaza.
Dana tersebut akan disalurkan melalui Unicef, World Food Programme (WFP), dan Norwegian Refugee Council (NRC).
Selain menghadiri KTT di Mesir, Inggris juga menggelar konferensi tiga hari di West Sussex mulai Senin sore.
Acara yang diorganisasi oleh Wilton Park, lembaga di bawah Kementerian Luar Negeri Inggris, akan dihadiri oleh perwakilan Otoritas Palestina, Arab Saudi, Yordania, Jerman, dan Italia.
Juga akan diikuti lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia dan European Bank for Reconstruction and Development (EBRD).
Menurut pernyataan Downing Street, diskusi dalam forum ini juga akan mencakup dukungan terhadap program reformasi Otoritas Palestina guna memperkuat kapasitas mereka dalam proses pemulihan Gaza.
“Proses ini akan dipimpin oleh Palestina sendiri, dan tidak akan melibatkan Hamas dalam bentuk apa pun,” bunyi pernyataan tersebut.
Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengatakan, momentum diplomatik yang mengarah pada inisiatif perdamaian Presiden Trump dan gencatan senjata di Gaza harus dimanfaatkan untuk membangun masa depan yang lebih baik.
“Gaza telah benar-benar hancur. Gencatan senjata memberi kesempatan bagi dunia untuk mempercepat bantuan kemanusiaan, memperbaiki infrastruktur, memulihkan layanan kesehatan, dan membangun kembali rumah-rumah warga,” ujarnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
