Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Juli 2026 | 01.39 WIB

PM Baru Inggris Restui Pangkalan Militernya Dipakai AS untuk Serang Iran

Pangkalan militer Inggris di Timur Tengah. (Petros Karadjias / Associated Press) - Image

Pangkalan militer Inggris di Timur Tengah. (Petros Karadjias / Associated Press)

JawaPos.com - Perdana Menteri (PM) Inggris yang baru, Andy Burnham, dilaporkan menyetujui kelanjutan penggunaan pangkalan militer Inggris oleh Amerika Serikat (AS) untuk mendukung sejumlah operasi militer terhadap Iran.

Keputusan itu memastikan kebijakan yang diterapkan pemerintahan sebelumnya tetap berlanjut di tengah meluasnya kampanye militer Washington di kawasan Timur Tengah.

Melansir i24News, persetujuan tersebut membuat dua fasilitas militer strategis Inggris, yakni pangkalan Diego Garcia di Samudra Hindia dan RAF Fairford di Inggris, diperkirakan tetap digunakan AS dalam operasi yang oleh pemerintah Inggris disebut sebagai misi pertahanan.

Burnham yang baru resmi menjabat sebagai perdana menteri pada pekan ini menerima pengarahan mengenai kebijakan tersebut setelah mengambil alih pemerintahan. Setelah meninjau hasil pembahasan para pejabat senior, ia memutuskan untuk mendukung kelanjutan izin penggunaan pangkalan militer Inggris oleh AS.

Keputusan itu merupakan tindak lanjut dari rapat para menteri senior dan pejabat keamanan yang digelar sebelum Burnham resmi menjabat. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Inggris menyepakati bahwa Amerika Serikat masih dapat menggunakan Diego Garcia dan RAF Fairford untuk operasi yang dikategorikan sebagai tindakan defensif.

Pemerintah AS sendiri konsisten mengklaim kalau operasi militernya ditujukan untuk menghadapi ancaman rudal Iran sekaligus melindungi jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia.

Meski demikian, keputusan Burnham diperkirakan akan memicu perdebatan politik di dalam negeri. Sejumlah pihak, terutama kelompok oposisi dari kubu kiri, menilai pemberian izin penggunaan pangkalan militer Inggris berpotensi menyeret London semakin dalam ke konflik antara AS dan Iran.

Di sisi lain, pemerintah Inggris berupaya menjaga keseimbangan antara komitmennya sebagai sekutu utama Amerika Serikat dengan tekanan politik domestik serta pertimbangan hukum terkait semakin meluasnya konflik di kawasan.

Tak lama setelah resmi menjabat, Burnham juga berbicara melalui sambungan telepon dengan Presiden AS Donald Trump. Dalam pembicaraan tersebut, Burnham kembali menegaskan komitmen Inggris untuk menjaga keamanan maritim di Selat Hormuz.

Trump kemudian menggambarkan percakapan itu berlangsung positif. Menurutnya, kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis, mulai dari hubungan perdagangan, kerja sama pertahanan, hingga situasi keamanan regional di Timur Tengah.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore