Asap mengepul akibat serangan militer Israel ke Gaza. (apnews.com)
JawaPos.com-Dua tahun sudah Jalur Gaza menjadi simbol dari kehancuran kemanusiaan modern. Sejak 7 Oktober 2023, wilayah kecil berpenduduk padat ini tak henti digempur oleh militer Israel dalam serangan yang kini disebut banyak pengamat sebagai genosida sistematis terhadap rakyat Palestina.
Baca Juga: Absen di Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia, Emil Audero Tulis Pesan untuk Timnas Indonesia
Lebih dari 67.000 orang tewas dan hampir 170.000 lainnya luka-luka, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Ribuan jasad masih terkubur di bawah reruntuhan bangunan yang tak bisa dijangkau tim penyelamat.
PBB bahkan sudah menyebut kalau aksi keji Zionis Israel itu bukanlah perang, melainkan sebuah genosida. Berikut fakta-fakta terkait dua tahun genosida Israel yang dilakukan ke Gaza, Palestina.
Sistem Kesehatan Runtuh
Kementerian Kesehatan Palestina mencatat, 34 dari 36 rumah sakit di Gaza kini hancur total atau sebagian. Lebih dari 400 serangan terverifikasi menyasar rumah sakit, klinik, tenaga medis, dan ambulans.
Sebanyak 150 ambulans rusak atau musnah, sementara rumah sakit yang tersisa seperti Al-Shifa, Al-Ahli Baptist, dan Nasser beroperasi di bawah tekanan luar biasa, tanpa listrik, obat bius, atau pasokan medis memadai. Operasi dilakukan dengan penerangan seadanya, sering kali tanpa anestesi.
Kelaparan Dijadikan Senjata Perang
Krisis pangan menjadi babak paling gelap dari perang ini. Menurut Integrated Food Security Phase Classification (IPC) pada Agustus 2024, Gaza resmi mengalami kelaparan (fase 5), kategori tertinggi darurat pangan dunia.
Lebih dari 500.000 warga hidup di ambang kematian akibat kelaparan, sementara 1,07 juta lainnya berada dalam kondisi darurat pangan. Sejak awal perang, 459 orang, termasuk 154 anak-anak, tewas karena kelaparan.
Meski ratusan truk bantuan menumpuk di perbatasan, Israel terus memperketat blokade. Sejak Maret 2025, seluruh jalur masuk bantuan ditutup total. PBB menyebut jumlah bantuan yang diizinkan masuk hanyalah “setetes air di lautan kebutuhan.”
Gelombang Pengungsian Terbesar dalam Sejarah Gaza
Lebih dari 1,9 juta orang atau 80 persen dari penduduk Gaza, terpaksa mengungsi. Banyak di antaranya telah berpindah lebih dari sekali.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
