
Jensen Huang, CEO Nvidia, yang menyoroti dampak kenaikan biaya visa H-1B terhadap arus talenta global. (The American Bazaar)
JawaPos.com — CEO Nvidia Jensen Huang memperingatkan bahwa rencana reformasi visa H-1B oleh pemerintahan Presiden Donald Trump, termasuk biaya aplikasi sebesar USD 100.000 (sekitar Rp1,65 miliar dengan kurs Rp 16.570 per dolar AS), berisiko besar mengalihkan arus talenta teknologi global dari Amerika Serikat ke negara lain, terutama Kanada.
Dalam podcast “BG2 Pod” yang dirilis 26 September lalu, Huang menyebut langkah reformasi itu sebagai awal yang baik karena menargetkan imigrasi ilegal dan penyalahgunaan sistem visa. Namun, dia menegaskan biaya tersebut terlalu tinggi.
“Biaya USD 100.000 untuk visa H-1B mungkin menetapkan ambang yang terlalu sulit dijangkau,” ujarnya, seraya menilai hal itu dapat membuat mahasiswa internasional enggan melanjutkan karier di AS.
Dilansir dari The American Bazaar, Senin (6/10/2025), sang eksekutif kelahiran Taiwan itu menegaskan bahwa kemampuan AS menarik dan mempertahankan individu cerdas adalah ukuran penting masa depan ekonomi.
“Keinginan orang-orang pintar untuk datang ke Amerika dan keinginan mahasiswa cerdas untuk bertahan di sini, itulah yang saya sebut indikator utama kemakmuran,” ujarnya.
Lebih lanjut, Huang menilai kebijakan tersebut justru menguntungkan raksasa teknologi yang sanggup menanggung biaya sponsor visa, sementara perusahaan rintisan (startup) akan semakin tersisih.
“Kebijakan ini bisa mempercepat aliran investasi keluar dari Amerika Serikat,” tambahnya, dikutip dari The Economic Times.
Selain itu, Huang juga menyoroti kekhawatiran mengenai perlakuan terhadap peneliti asal Tiongkok di tengah persaingan strategis kedua negara. Dia menegaskan pentingnya membedakan kebijakan nasional dengan tindakan terhadap individu.
“Kita harus memastikan agar garis batas itu tidak dilanggar,” katanya menegaskan.
Dalam wawancara sebelumnya dengan CNBC, Huang menegaskan kembali pandangannya tentang reformasi imigrasi, dengan menyebut bahwa imigrasi merupakan “fondasi mimpi Amerika.”
Dia berkata, “Kami ingin semua orang paling cerdas datang ke Amerika. Ingat, imigrasi adalah dasar dari American Dream, dan kami adalah bagian darinya.”
Sementara itu, kebijakan ini membuka peluang besar bagi Kanada. Para pemimpin bisnis dan politik di Ottawa menyerukan agar pemerintah bergerak cepat menarik profesional berkeahlian tinggi yang kini mungkin mengalihkan tujuan mereka.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dalam pidatonya di Council on Foreign Relations, New York, menyinggung dengan nada jenaka, “Saya dengar Anda sedang mengubah kebijakan visa Anda. Mungkin kami bisa menahan satu atau dua di antara mereka.”
Carney menambahkan bahwa meskipun Kanada memiliki riset dan kemampuan AI yang kuat, “sayangnya sebagian besar talenta kami justru pergi ke AS.” Pernyataannya mencerminkan peluang Kanada untuk memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi baru.
Selain itu, dukungan terhadap peluang baru bagi Kanada juga datang dari sektor masyarakat sipil. Organisasi nirlaba Build Canada dalam memo resminya menyatakan bahwa “ratusan ribu profesional H-1B berkeahlian tinggi kini tengah mencari rumah baru,” sambil menilai Kanada sebagai “tujuan yang ideal” berkat kualitas hidup, stabilitas ekonomi, dan kedekatannya dengan Amerika Serikat.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
