Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 16.27 WIB

Netanyahu Puji Militer Israel Usai Gagalkan Misi Global Flotilla Sumud ke Gaza, Ratusan Aktivis Ditahan

Sebuah tangkapan layar dari video siaran langsung menunjukkan awak kapal yang menuju Gaza, dikelilingi oleh Pasukan Pertahanan Israel (2/10). (Global Sumud Flotilla via Reuters)

JawaPos.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji operasi Angkatan Laut Israel yang mencegat puluhan kapal dalam Armada Global Sumud, konvoi aktivis internasional yang berlayar menuju Gaza. 

Ia menyebut keberhasilan militer sebagai bukti profesionalisme sekaligus upaya melindungi Israel dari kampanye internasional yang dianggap merugikan citra negara tersebut.

“Saya memuji para prajurit dan komandan angkatan laut yang menjalankan tugasnya pada Yom Kippur dengan cara paling profesional dan efisien. Tindakan penting mereka mencegah puluhan kapal masuk ke zona perang dan menggagalkan kampanye delegitimasi terhadap Israel,” ujar Netanyahu dalam pernyataannya, Jumat (3/10).

Dikutip via France24, pernyataan itu datang setelah militer Israel menahan lebih dari 400 aktivis dari 41 kapal yang tergabung dalam Armada Sumud, termasuk tokoh iklim asal Swedia, Greta Thunberg. Operasi pencegatan itu berlangsung selama 12 jam di laut, sebelum para aktivis dibawa ke pelabuhan Ashdod.

Seorang pejabat Israel menegaskan bahwa misi itu bukan sekadar soal keamanan maritim, melainkan juga untuk menegaskan kembali blokade Gaza yang sudah lama berlaku. Menurutnya, aksi para aktivis memang dimaksudkan untuk menantang kebijakan tersebut.

Netanyahu tampaknya ingin mengirim sinyal politik yang lebih luas: bahwa Israel tak hanya menghadapi ancaman bersenjata dari Gaza, tetapi juga “perang opini publik” di tingkat global. 

Armada Sumud sendiri sejak awal diposisikan sebagai aksi simbolis untuk menekan Israel membuka jalur bantuan kemanusiaan ke Gaza, di mana PBB memperingatkan kondisi kelaparan semakin memburuk.

Sementara itu, kritik terhadap Israel terus mengalir. Penyelenggara dari Yunani menyebut ada 11 warga mereka yang melakukan mogok makan sebagai protes atas penahanan yang mereka anggap ilegal. Meski begitu, pemerintah Yunani memastikan kondisi para penumpang sehat dan tidak ada kekerasan yang terjadi.

Israel menyatakan para aktivis akan segera dideportasi ke Eropa. Kementerian Luar Negeri Israel bahkan merilis foto Thunberg bersama sejumlah aktivis di media sosial X, sembari menyebut mereka sebagai “penumpang Hamas-Sumud” yang dalam proses pemulangan.

Bagi Netanyahu, keberhasilan operasi ini jelas lebih dari sekadar pencegatan di laut. Pujian terbuka kepada militer sekaligus berfungsi mengokohkan narasi bahwa Israel sedang menghadapi bukan hanya perang bersenjata, melainkan juga pertarungan legitimasi di mata dunia.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore