Sebuah tangkapan layar dari video siaran langsung menunjukkan awak kapal yang menuju Gaza, dikelilingi oleh Pasukan Pertahanan Israel (2/10). (Global Sumud Flotilla via Reuters)
JawaPos.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji operasi Angkatan Laut Israel yang mencegat puluhan kapal dalam Armada Global Sumud, konvoi aktivis internasional yang berlayar menuju Gaza.
Ia menyebut keberhasilan militer sebagai bukti profesionalisme sekaligus upaya melindungi Israel dari kampanye internasional yang dianggap merugikan citra negara tersebut.
“Saya memuji para prajurit dan komandan angkatan laut yang menjalankan tugasnya pada Yom Kippur dengan cara paling profesional dan efisien. Tindakan penting mereka mencegah puluhan kapal masuk ke zona perang dan menggagalkan kampanye delegitimasi terhadap Israel,” ujar Netanyahu dalam pernyataannya, Jumat (3/10).
Dikutip via France24, pernyataan itu datang setelah militer Israel menahan lebih dari 400 aktivis dari 41 kapal yang tergabung dalam Armada Sumud, termasuk tokoh iklim asal Swedia, Greta Thunberg. Operasi pencegatan itu berlangsung selama 12 jam di laut, sebelum para aktivis dibawa ke pelabuhan Ashdod.
Seorang pejabat Israel menegaskan bahwa misi itu bukan sekadar soal keamanan maritim, melainkan juga untuk menegaskan kembali blokade Gaza yang sudah lama berlaku. Menurutnya, aksi para aktivis memang dimaksudkan untuk menantang kebijakan tersebut.
Netanyahu tampaknya ingin mengirim sinyal politik yang lebih luas: bahwa Israel tak hanya menghadapi ancaman bersenjata dari Gaza, tetapi juga “perang opini publik” di tingkat global.
Armada Sumud sendiri sejak awal diposisikan sebagai aksi simbolis untuk menekan Israel membuka jalur bantuan kemanusiaan ke Gaza, di mana PBB memperingatkan kondisi kelaparan semakin memburuk.
Sementara itu, kritik terhadap Israel terus mengalir. Penyelenggara dari Yunani menyebut ada 11 warga mereka yang melakukan mogok makan sebagai protes atas penahanan yang mereka anggap ilegal. Meski begitu, pemerintah Yunani memastikan kondisi para penumpang sehat dan tidak ada kekerasan yang terjadi.
Israel menyatakan para aktivis akan segera dideportasi ke Eropa. Kementerian Luar Negeri Israel bahkan merilis foto Thunberg bersama sejumlah aktivis di media sosial X, sembari menyebut mereka sebagai “penumpang Hamas-Sumud” yang dalam proses pemulangan.
Bagi Netanyahu, keberhasilan operasi ini jelas lebih dari sekadar pencegatan di laut. Pujian terbuka kepada militer sekaligus berfungsi mengokohkan narasi bahwa Israel sedang menghadapi bukan hanya perang bersenjata, melainkan juga pertarungan legitimasi di mata dunia.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
