Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 September 2025 | 22.21 WIB

Pilu! Tercatat 66 Ribu Nyawa Warga Palestina Melayang

Kondisi di Gaza semakin memprihatinkan. Sekitar 90 persen penduduk telah tergusur. (dok United Nations)

JawaPos.com – Kementerian Kesehatan Gaza pada Minggu (28/9/2025) melaporkan lebih dari 66.000 warga Palestina tewas akibat perang Israel-Hamas.

Kabar ini muncul sehari sebelum Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih untuk membahas upaya penghentian serangan Israel di Jalur Gaza.

Mengutip AP News, Minggu (28/9/2025), Netanyahu tengah menghadapi tekanan internasional besar untuk segera mengakhiri perang. Sejumlah sekutu Barat bergabung dengan negara-negara lain yang telah mengakui Palestina sebagai negara, meskipun ditentang Israel.

Uni Eropa bahkan sedang menimbang pemberlakuan sanksi terhadap Israel, sementara seruan untuk memboikot olahraga dan budaya Israel semakin meluas.

Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada Jumat (26/9/2025), Netanyahu menegaskan Israel tetap berkomitmen menuntaskan operasi melawan Hamas di Gaza, meski sejumlah delegasi meninggalkan ruangan sebagai bentuk protes.

Hingga kini, militer Israel masih melancarkan serangan ke Kota Gaza. Trump pada awalnya mendukung Israel, namun belakangan menunjukkan tanda ketidaksabaran, terutama setelah insiden pengeboman di Qatar yang gagal menewaskan pimpinan Hamas.

Dalam pertemuan di Gedung Putih, Senin (29/9/2025), Trump diperkirakan akan menawarkan proposal baru untuk menghentikan perang.

Saat ini masih ada 48 sandera yang ditahan di Gaza, dengan sekitar 20 orang diyakini masih hidup. Negosiasi gencatan senjata terhenti sejak serangan Israel yang menimbulkan kecaman luas di Doha, Qatar.

Menurut tiga pejabat Arab yang mengetahui proses tersebut, Trump telah mengajukan 21 poin proposal gencatan senjata, termasuk pembebasan seluruh sandera dalam 48 jam serta penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza. Para pejabat menekankan bahwa usulan ini belum final dan kemungkinan besar akan mengalami perubahan.

Trump telah mendiskusikan usulan itu dengan sejumlah pemimpin Arab di New York, di sela-sela Sidang Umum PBB.

Seorang pejabat Hamas mengonfirmasi pihaknya telah menerima penjelasan tentang rencana tersebut, meski belum ada tawaran resmi dari mediator Mesir dan Qatar.

Hamas menyatakan terbuka untuk menelaah setiap proposal dengan sikap positif dan bertanggung jawab. Kelompok itu juga menegaskan kembali kesediaannya membebaskan seluruh sandera asalkan perang dihentikan dan pasukan Israel sepenuhnya ditarik dari Jalur Gaza.

Duta Besar AS untuk Israel Akan Bertemu Pejabat Mesir

Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, dijadwalkan mengunjungi Kairo guna membahas upaya gencatan senjata sekaligus hubungan Mesir-Israel yang belakangan memburuk.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore