Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 September 2025 | 21.32 WIB

Google Balikkan Arah Persaingan AI Global: Dari Ejekan Bard hingga Dominasi Gemini dalam Satu Tahun

Logo Google LLC terpampang di salah satu gedung perusahaan di San Diego, California.

JawaPos.com — Setelah sempat dipandang sebelah mata dalam persaingan kecerdasan buatan (AI), Google berhasil membalikkan keadaan hanya dalam waktu satu tahun. Perusahaan induk Alphabet kini muncul sebagai pemain dominan di ranah AI yang langsung bersentuhan dengan konsumen, meski sebelumnya sering diragukan.

Matt Britzman, analis di Hargreaves Lansdown, menegaskan, “Pasar sempat menyingkirkan Alphabet dari perlombaan AI. Itu jelas pandangan yang terlalu terburu-buru.”

Dilansir dari AFP, Senin (29/9/2025), perjalanan Google tidaklah mulus. Pada Maret 2023, perusahaan terburu-buru meluncurkan Bard, pesaing ChatGPT, hanya empat bulan setelah OpenAI mengguncang dunia. Namun, saat perkenalan, Bard melakukan kesalahan menjawab pertanyaan terkait teleskop James Webb yang langsung menuai ejekan global.

Setahun kemudian, pada Mei 2024, Google memperkenalkan AI Overviews di mesin pencari. Namun fitur ini kembali dipermalukan setelah menyarankan resep “pizza dengan lem” hingga “makan batu setiap hari.” Situasi ini membuat sejumlah analis menilai Google terlalu lengah dalam mempertahankan dominasinya.

Ben Wood, analis CCS Insight, menjelaskan, “Sebagian besar pengembangan AI Google lebih difokuskan untuk memperkuat platform internal ketimbang menghadirkan layanan langsung kepada konsumen.” Sementara itu, Ted Mortonson dari Baird menambahkan, “Pimpinan Google kala itu tampak lengah dan terlalu percaya diri atas keunggulan AI yang dimilikinya.”

Namun, momentum perubahan mulai terlihat pada 2024. Pendiri Sergey Brin kembali aktif di markas besar Google. Perusahaan juga merombak struktur internal dengan menyatukan tim pengembang AI di bawah bendera Google DeepMind yang dipimpin peraih Nobel, Demis Hassabis. CEO Sundar Pichai menegaskan dalam Lex Fridman Podcast, “Kami membutuhkan waktu untuk menyatukan tim-tim ini. Tetapi saya bisa melihat dengan jelas arah yang sedang kami tempuh.”

Perubahan ini berbuah hasil. Google meluncurkan NotebookLM, alat sintetis dokumen, disusul Veo 3, teknologi generasi video, serta AI Mode yang mengubah mesin pencari menjadi chatbot ala ChatGPT. Inovasi berlanjut dengan ponsel Pixel terbaru yang memiliki kemampuan zoom 100 kali lipat dan terjemahan real-time, hingga fitur video AI di YouTube.

Avi Greengart dari Techsponential menilai, “Alat-alat yang tersedia saat ini, terutama dari Google, benar-benar bisa digunakan dalam kehidupan nyata, bukan sekadar demo di konferensi pengembang.” Ben Wood menambahkan, “Dengan Pixel, Google kini berada di posisi terdepan dalam perangkat berbasis AI.”

Popularitas Gemini, model AI Google, pun melesat. Versi ringan yang dijuluki Nano Banana bahkan membuat Gemini untuk pertama kalinya melampaui ChatGPT dalam unduhan iPhone bulan ini. Sementara itu, hakim federal AS menolak tuntutan pemerintah agar Google melepas browser Chrome, sebuah kemenangan hukum penting bagi perusahaan.

Lebih jauh, Bloomberg melaporkan Apple tengah mempertimbangkan menggunakan Gemini untuk memperbarui Siri. Meski monetisasi AI masih menjadi tanda tanya, Greengart menilai peluangnya besar. “Google sedang bermain untuk jangka panjang,” kata Wood. “Saat ini mereka memberi layanan gratis agar konsumen terbiasa dengan Gemini. Namun dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menjadi sumber pendapatan yang besar.”

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore