
Foto Pidato Presiden Donald Trump pada KTT AI Gedung Putih di Auditorium Andrew W. Mellon, Washington, D.C. (The White House)
JawaPos.com - Kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump kembali memicu kegaduhan internasional. Jumat (20/9), Trump menandatangani proklamasi yang menetapkan biaya baru sebesar USD 100.000 atau berkisar Rp 1,6 miliar lebih bagi perusahaan yang ingin mengajukan visa kerja H-1B.
Diketahui, visa tersebut selama ini menjadi andalan perusahaan teknologi Amerika untuk merekrut tenaga terampil asing. Namun, pengumuman itu minim detail.
Tidak ada kejelasan apakah biaya tersebut berlaku hanya untuk pemohon baru atau juga untuk perpanjangan bahkan pemegang visa lama. Ambiguitas inilah yang memicu kepanikan global selama lebih dari 24 jam.
Di berbagai negara, pemegang H-1B membatalkan rencana perjalanan, membeli tiket darurat, hingga meninggalkan keluarga mereka demi kembali ke Amerika sebelum aturan baru diberlakukan.
India menyebut kebijakan ini berpotensi menimbulkan “konsekuensi kemanusiaan” akibat terpisahnya keluarga pekerja migran.nPerusahaan besar seperti Microsoft, Amazon, dan Goldman Sachs mengirim memo darurat kepada karyawan agar tidak bepergian keluar negeri.
Video yang diverifikasi NBC News bahkan memperlihatkan suasana kacau di sebuah penerbangan dari San Francisco ke Dubai, ketika sejumlah penumpang memilih turun setelah mendengar pengumuman Trump.
Baru pada Sabtu (21/9), Gedung Putih mengeluarkan klarifikasi. Lewat akun resmi di X, pejabat menyatakan bahwa biaya USD 100.000 hanyalah satu kali pembayaran untuk aplikasi baru dan tidak berlaku bagi pemegang visa lama. Namun, kepanikan sudah terlanjur terjadi.
“Panik di antara pemegang visa H-1B nyata adanya. Kami tidak tahu apa yang menunggu di depan,” kata Rohan Singh, seorang insinyur manufaktur di North Carolina, yang membatalkan rencana pulang ke India.
Kejadian ini menambah daftar panjang kebijakan imigrasi Trump yang dinilai serampangan: diumumkan mendadak, minim penjelasan, lalu buru-buru diubah setelah memicu reaksi keras.
Dampaknya, bukan hanya pekerja asing yang terguncang, tetapi juga citra Amerika Serikat sebagai negara tujuan tenaga terampil ikut dipertanyakan oleh sekutu dan mitra globalnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
