Sekjen PBB Antonio Guterres.(Mo)hamed Ahmed/Xinhua
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menegaskan, dunia tidak boleh gentar menghadapi ancaman Israel terkait rencana aneksasi Tepi Barat.
Ia menyampaikan hal ini dalam wawancara dengan AFP, menjelang Sidang Majelis Umum PBB yang akan digelar pekan depan di New York.
Dilansir via Hurriyet Daily News, Guterres menyoroti langkah Israel yang terus memperluas kontrol di wilayah pendudukan Palestina. Menurutnya, ancaman pembalasan dari Israel tidak boleh menghalangi upaya internasional untuk mengakui negara Palestina.
“Kita tidak boleh merasa terintimidasi oleh risiko retaliasi,” ujarnya.
Sebagai informasi, sidang tingkat tinggi PBB tahun ini akan dihadiri lebih dari 140 kepala negara dan pemerintahan. Seperti disampaikan Prancis, setidaknya 10 negara diperkirakan akan resmi mengakui Palestina sebagai negara berdaulat, meski menuai penolakan keras dari Israel.
Situasi ini kian tegang setelah sejumlah pejabat Israel, termasuk Menteri Keuangan sayap kanan Bezalel Smotrich, menyerukan aneksasi besar-besaran di Tepi Barat.
Tujuannya, menurut Smotrich, untuk “mengubur gagasan negara Palestina” pasca semakin banyak negara yang mendukung pengakuan tersebut.
Dalam wawancara itu, Guterres juga mengutuk situasi kemanusiaan di Gaza yang disebutnya sebagai 'tingkat kematian dan kehancuran terburuk' yang pernah ia saksikan selama menjabat sebagai Sekjen PBB.
Ia menggambarkan penderitaan warga Palestina yang menghadapi kelaparan, runtuhnya layanan kesehatan, hingga hidup berdesakan di tempat pengungsian tanpa perlindungan memadai.
“Penderitaan rakyat Palestina tak bisa digambarkan dengan kata-kata,” tegasnya.
Namun sayangnya, di tengah tekanan internasional, Amerika Serikat tetap menjadi pendukung utama Israel. Washington tidak hanya menahan diri dari kritik, tetapi juga mengecam langkah negara-negara sekutu yang berencana mengakui Palestina.
Sikap ini menegaskan kembali posisi AS sebagai benteng diplomatik Israel di forum internasional.
Selain Palestina, Guterres juga menyinggung ancaman perubahan iklim. Ia memperingatkan bahwa upaya membatasi kenaikan suhu global maksimal 1,5 derajat Celsius 'berisiko runtuh' jika tidak ada langkah yang lebih ambisius dari negara-negara maju.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022