Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 September 2025 | 02.46 WIB

Selamat Tahun Baru 2018 dari Ethiopia, Negeri 13 Bulan!

Bunga kuning yang dikenal sebagai adey ababa identik dengan perayaan Tahun Baru di Ethiopia. (Amensisa Ifa/BBC) - Image

Bunga kuning yang dikenal sebagai adey ababa identik dengan perayaan Tahun Baru di Ethiopia. (Amensisa Ifa/BBC)

JawaPos.com–Selamat Tahun Baru 2018, Ethiopia! Ya, kamu nggak salah baca. Ketika sedang menghitung mundur menuju 2026, di Ethiopia baru saja menyambut 2018. Ini karena Ethiopia punya sistem kalender yang berbeda sekitar tujuh sampai delapan tahun dari kalender Gregorian yang kita pakai sehari-hari.

Perbedaan tujuh tahun ini terjadi karena Ethiopia menggunakan perhitungan yang berbeda dalam menentukan tahun kelahiran Yesus Kristus. Ketika Gereja Katolik mengubah perhitungannya pada tahun 500 M, Gereja Ortodoks Etiopia tidak melakukannya.

Kalender Ethiopia terdiri atas 13 bulan, dengan rincian 12 bulan masing-masing punya 30 hari dan satu bulan ekstra (disebut Pagume) punya 5 atau 6 hari, tergantung tahun kabisat. Meski begitu, orang Ethiopia bisa dengan mudah berpindah antara dua sistem kalender loh! Ketika mereka berbicara dalam bahasa setempat, tahun yang dimaksud adalah 2018, sedangkan ketika bericara bahasa Inggris, mereka otomatis maju ke tahun 2025!

Perayaan Tahun Baru di Ethiopia, yang dikenal dengan nama Enkutatash, berlangsung meriah pada 11 September 2025 kemarin. Perayaan ini menghidupkan suasana kota Addis Ababa mulai dari pasar tradisional yang ramai hingga suara musik dan doa yang mengalun dari gereja-gereja.

Salah satu ciri khas perayaan Enkutatash adalah bunga kuning bernama adey ababa. Bunga ini tumbuh liar di sekitar ibu kota dan jadi simbol kedatangan musim semi. Masyarakat setempat juga membeli rumput segar, yang biasa dipakai dalam upacara kopi tradisional yang merupakan sebuah momen penting dalam budaya Ethiopia.

Ngomong-ngomong, tahukah kamu kalau Ethiopia dianggap sebagai tanah kelahiran kopi? Nggak heran kalau tradisi ngopi di sini benar-benar istimewa. Di sini, biji kopi dipanggang langsung, digiling, dan diseduh dalam teko tanah liat.

Bagi umat Kristen Ortodoks di Ethiopia, Tahun Baru juga diisi dengan ibadah di gereja. Di Gereja Entoto St Raguel, imam dan diakon mengenakan jubah warna-warni, membawa dupa, dan menyanyikan lagu-lagu rohani. Suasana religius terasa kuat, berpadu harmonis dengan kemeriahan budaya lokal.

Seperti perayaan besar lainnya, makanan jadi bagian penting dalam Tahun Baru Ethiopia. Di pasar, ayam laris manis. Untuk keluarga yang punya budget lebih, mereka memilih kambing panggang, dan untuk pesta skala besar, beberapa keluarga bahkan membeli sapi!

Perayaan malam Tahun Baru dimeriahkan dengan konser musik dan pesta kembang api. Puncaknya saat jam menunjukkan tengah malam dan band mulai memainkan lagu-lagu semangat menyambut tahun 2018 versi Ethiopia. Paginya, suasana berubah menjadi lebih khusyuk tapi tetap meriah. Gadis-gadis muda menyanyikan lagu tradisional Abebayehosh sambil berkeliling dari rumah ke rumah.

Tahun ini, perayaan Enkutatash juga dibarengi dengan momen penting: peresmian resmi Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD), yaitu sebuah bendungan raksasa yang dibangun di anak Sungai Nil. Proyek ini jadi simbol kebangkitan dan kebanggaan nasional bagi banyak warga Ethiopia loh!

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore