Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 September 2025 | 21.53 WIB

Inggris-AS Jalin Kesepakatan untuk Membangun Reaktor Nuklir Modular di Inggris

Ilustrasi modular nuklir di Inggris. (dok Financial Times)

JawaPos.com – Rencana Partai Buruh untuk memperluas kapasitas energi nuklir Inggris mendapat dorongan baru lewat serangkaian kesepakatan transatlantik dengan Amerika Serikat menjelang kunjungan kenegaraan Presiden AS Donald Trump.

Dilansir dari The Guardian, pemerintah Inggris dan AS sepakat mempercepat proses pemeriksaan keselamatan serta mengumumkan sejumlah investasi sektor swasta yang diyakini akan membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Salah satu proyek terbesar adalah kerja sama antara pemasok energi Inggris, Centrica, dan perusahaan reaktor asal AS, X-energy. Keduanya akan membangun hingga 12 reaktor modular canggih di Hartlepool dengan potensi menciptakan sekitar 2.500 lapangan kerja di timur laut Inggris.

Perdana Menteri Keir Starmer menyebut perjanjian ini sebagai kemitraan nuklir bersejarah yang bukan hanya menjanjikan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menandai awal dari “era keemasan nuklir.” Menurutnya, langkah ini akan menekan biaya listrik rumah tangga dalam jangka panjang sekaligus menghadirkan ribuan pekerjaan baru dalam waktu dekat.

Kesepakatan ini memungkinkan Inggris dan AS untuk saling mengakui pemeriksaan keselamatan desain reaktor, sehingga memangkas waktu perizinan hampir setengahnya menjadi sekitar dua tahun. Departemen Keamanan Energi dan Net Zero menilai langkah ini membuka jalan bagi ekspansi besar industri nuklir yang tahun ini saja sudah menyerap lebih dari 11.000 tenaga kerja, menurut Asosiasi Industri Nuklir.

Selain itu, Holtec, EDF Energy, dan Tritax juga mengumumkan proyek pusat data berbasis reaktor modular kecil di lokasi bekas PLTU Cottam, Nottinghamshire, dengan nilai investasi mencapai GBP 11 miliar. Sementara Last Energy menggandeng DP World untuk mengembangkan pembangkit listrik nuklir mikro-modular pertama di London Gateway.

Pemerintah menekankan, tambahan fasilitas nuklir diperlukan untuk menjaga ketahanan energi nasional, apalagi di tengah meningkatnya kebutuhan daya akibat pertumbuhan pusat data AI. Menteri Energi AS, Chris Wright, menyatakan energi nuklir akan menjadi tulang punggung revolusi AI karena mampu menyediakan pasokan listrik yang stabil dan bersih.

Kemitraan Atlantik untuk Energi Nuklir Canggih ini juga dirancang untuk mengakhiri ketergantungan pada material nuklir Rusia sebelum akhir 2028, sekaligus memperkuat rantai pasokan energi di kedua sisi Atlantik. Rolls-Royce, misalnya, kini tengah mengajukan persetujuan desain reaktor modular kecilnya di AS sebagai bagian dari peluang ekspor baru.

Tom Greatrex, CEO Asosiasi Industri Nuklir, menegaskan kesepakatan ini akan menghidupkan kembali industri, menciptakan ribuan pekerjaan bernilai tinggi, serta memperkuat posisi Inggris dalam peta energi global. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore