
Roket NASA melambangkan ambisi Amerika dalam eksplorasi luar angkasa, di tengah kebijakan yang membatasi warga Tiongkok dari program antariksa (The Guardian)
JawaPos.com — Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) resmi melarang warga negara Tiongkok, meskipun memiliki visa sah, untuk terlibat dalam program antariksa mereka. Kebijakan ini menegaskan semakin ketatnya persaingan luar angkasa antara Amerika Serikat dan Tiongkok di tengah memanasnya retorika anti-Tiongkok pada masa pemerintahan Donald Trump.
Dilansir dari The Guardian, Selasa (16/9/2025), kebijakan ini pertama kali diungkapkan Bloomberg News dan kemudian dikonfirmasi langsung oleh NASA. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari penguatan keamanan, baik fisik maupun siber, di tengah kekhawatiran meningkatnya kompetisi geopolitik di luar angkasa.
“NASA telah mengambil langkah internal terkait warga negara Tiongkok, termasuk membatasi akses fisik dan keamanan siber ke fasilitas, materi, dan jaringan kami untuk memastikan keamanan pekerjaan kami,” kata juru bicara NASA, Bethany Stevens, Rabu (10/9).
Sebelumnya, warga Tiongkok memang tidak dapat dipekerjakan sebagai staf tetap, namun masih diperbolehkan menjadi kontraktor atau mahasiswa yang berkontribusi dalam penelitian. Namun, pada 5 September lalu, sejumlah individu mengaku tiba-tiba terkunci dari sistem teknologi informasi dan dilarang menghadiri pertemuan tatap muka. Mereka menyampaikan pengalaman itu dengan syarat anonim.
Langkah pembatasan ini muncul seiring meningkatnya persaingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok dalam misi ke bulan. Program Artemis milik AS, yang merupakan kelanjutan dari pendaratan Apollo 1969–1972, menargetkan pendaratan pada 2027 meskipun menghadapi kendala biaya dan penundaan.
Sementara itu, Tiongkok menargetkan para astronotnya—dikenal dengan sebutan taikonaut—mendarat di bulan pada 2030, dengan rekam jejak lebih disiplin dalam memenuhi tenggat waktu.
“Kita sedang berada dalam perlombaan luar angkasa kedua saat ini. Tiongkok ingin kembali ke bulan sebelum kita. Itu tidak akan terjadi. Amerika telah memimpin di luar angkasa di masa lalu dan kami akan terus memimpin di masa depan,” ujar Penjabat Administrator NASA, Sean Duffy, dalam konferensi pers terbaru terkait penemuan rover di Mars.
Ambisi Tiongkok tidak berhenti di bulan. Negeri itu juga berencana menjadi yang pertama membawa sampel dari permukaan Mars melalui misi robotik yang diluncurkan pada 2028 dan ditargetkan tiba di Bumi pada 2031.
Sebaliknya, pemerintahan Trump justru mengisyaratkan kemungkinan pembatalan proyek Mars Sample Return (MSR), kerja sama antara NASA dan Badan Antariksa Eropa. Anggaran terbaru bahkan mengusulkan agar misi tersebut digantikan dengan ekspedisi berawak, meski tanpa detail teknis yang jelas.
Kebijakan NASA ini memperlihatkan bagaimana politik domestik Amerika, persaingan geopolitik, dan ambisi teknologi saling bertautan dalam menentukan arah eksplorasi luar angkasa. Persaingan menuju bulan dan Mars kini bukan hanya soal prestasi ilmiah, melainkan juga simbol supremasi global.
***

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
