
Stasiun luar angkasa dengan gravitasi buatan memungkinkan manusia hidup jangka panjang di luar angkasa tanpa dampak berat dari kondisi tanpa gravitasi (The Telegraph)
JawaPos.com - Upaya memperpanjang durasi tinggal manusia di luar angkasa memasuki fase baru seiring berkembangnya rancangan habitat orbit dengan gravitasi buatan yang digarap berbagai perusahaan antariksa swasta. Teknologi ini dipandang sebagai elemen kunci untuk mendukung misi jangka panjang ke Mars dan wilayah lebih jauh di tata surya.
Saat ini, astronaut di stasiun seperti International Space Station (ISS) hidup dalam kondisi mikrogravitasi, yakni keadaan jatuh bebas saat wahana mengorbit Bumi. Kondisi ini membuat tubuh manusia melayang, namun sekaligus memicu dampak fisiologis serius jika berlangsung lama.
Paparan tanpa gravitasi diketahui menyebabkan penurunan massa tulang, pelemahan otot, gangguan penglihatan, hingga perubahan pada sistem imun. Dalam misi yang lebih jauh seperti perjalanan ke Bulan atau Mars, tantangan ini menjadi semakin kompleks karena durasi perjalanan yang lebih panjang dan minimnya gravitasi alami.
Melansir The Telegraph, Senin (15/6/2026), Tom Shelley, wakil presiden rekrutmen kru swasta di Vast, menegaskan pentingnya pendekatan baru dalam desain stasiun luar angkasa. Dia menyebut, "Stasiun luar angkasa dengan gravitasi buatan memungkinkan kita menjelajah lebih jauh dan lebih dalam ke luar angkasa."
Shelley menjelaskan bahwa salah satu hambatan utama misi antariksa adalah efek mikrogravitasi terhadap tubuh manusia. "Salah satu masalah manusia di luar angkasa adalah mereka mengalami kehilangan massa tulang dan otot karena efek samping hidup dalam mikrogravitasi, tetapi jika Anda dapat menciptakan stasiun dengan gravitasi buatan, Anda pada dasarnya hidup dalam lingkungan gravitasi seperti di Bumi," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa secara teori, keberadaan gravitasi buatan akan memungkinkan manusia bertahan lebih lama di luar angkasa sekaligus memperluas jangkauan eksplorasi. "Kami pada dasarnya adalah bisnis yang berfokus pada menjaga manusia tetap hidup," katanya.
Konsep ini berakar dari gagasan ilmuwan roket Rusia Konstantin Tsiolkovsky yang kemudian dikembangkan oleh pionir antariksa Jerman-Amerika Wernher von Braun. Prinsip dasarnya, ketika sebuah struktur di orbit diputar, muncul gaya ke luar yang membuat tubuh astronaut terdorong ke arah lantai, sehingga menciptakan sensasi gravitasi layaknya di permukaan planet bumi.
Dalam perkembangan modern, perusahaan Rusia Energia juga mengusulkan rancangan stasiun yang berputar lima kali per menit untuk menghasilkan sekitar 50 persen gravitasi Bumi. Hal ini menunjukkan bahwa konsep yang dahulu dianggap fiksi ilmiah kini mulai bergerak menuju tahap rekayasa nyata.
Sementara itu, perusahaan antariksa Vast menyiapkan langkah bertahap melalui modul hunian Haven-1 yang akan diluncurkan tahun depan, disusul Haven-2 yang ditargetkan beroperasi pada 2030. Setelah itu, perusahaan berencana membangun stasiun gravitasi buatan penuh dengan kapasitas hingga 40 awak dan rotasi sekitar 3,5 putaran per menit.
Shelley menekankan bahwa pembangunan tersebut tidak dapat dilakukan secara langsung. "Sebelum bisa memutar stasiun untuk menciptakan gravitasi buatan, Anda harus belajar membangun dan mengoperasikannya terlebih dahulu, dan itulah tujuan Haven-1 dan Haven-2," katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022