![Qatar bersiap untuk menjadi tuan rumah KTT darurat Arab-Islam di Hotel Sheraton setelah serangan Israel terhadap Doha pekan lalu. [Showkat Shafi/Al Jazeera] - Image](https://cdn-assets.jawapos.com/images/1/2025/09/16/KTT-Darurat-272506218.jpg)
Qatar bersiap untuk menjadi tuan rumah KTT darurat Arab-Islam di Hotel Sheraton setelah serangan Israel terhadap Doha pekan lalu. [Showkat Shafi/Al Jazeera]
JawaPos.com - Doha menjadi pusat perhatian dunia setelah para pemimpin Arab dan negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) berkumpul dalam KTT darurat, Senin (15/9). Pertemuan itu digelar menyusul serangan Israel yang menewaskan lima anggota Hamas dan seorang perwira keamanan Qatar pekan lalu. Insiden tersebut memicu kemarahan luas di kawasan, sekaligus menambah ketegangan di tengah perang dua tahun Israel di Gaza.
Dalam pidato pembukaan, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengecam keras Israel. Ia menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memiliki 'ilusi berbahaya' ingin menjadikan dunia Arab sebagai lingkar pengaruh Tel Aviv.
Tamim menyinggung kembali Inisiatif Perdamaian Arab tahun 2002, yang kala itu menawarkan normalisasi hubungan jika Israel mau menarik diri dari wilayah Arab yang diduduki sejak 1967.
Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani juga mengutuk serangan tersebut. Ia menegaskan Qatar akan menempuh langkah hukum internasional demi menjaga kedaulatan negaranya, sembari mengapresiasi dukungan negara-negara Arab, Islam, hingga komunitas global.
Dari sisi diplomasi, tekanan datang dari Pakistan. Menteri Luar Negeri Mohammad Ishaq Dar menilai KTT ini harus menghasilkan 'peta jalan jelas' agar dunia Islam tidak dianggap hanya sekadar mengeluarkan kecaman.
Ia bahkan menyinggung kemungkinan pembentukan kekuatan keamanan gabungan, sembari menegaskan Pakistan sebagai negara bersenjata nuklir akan “menjalankan tugasnya bagi umat”.
Senada, Menteri Pertahanan Pakistan Muhammad Asif sebelumnya memperingatkan bahwa jika Israel tidak dihadapi dengan tegas, tak ada negara yang bisa merasa aman dari dampak perang Gaza.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mendesak negara-negara Muslim untuk memutus hubungan diplomatik dengan Israel. Ia menyebut langkah itu bisa menjadi simbol persatuan dan kohesi dunia Islam dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai “rezim palsu”.
Dilansir via Al-Jazeera, sejumlah analis menilai KTT darurat Arab-OKI di Doha kali ini berpotensi menjadi titik balik. Tidak menutup kemungkinan pertemuan tersebut menghasilkan langkah nyata untuk pertama kalinya terhadap Israel, setelah bertahun-tahun upaya diplomasi regional kerap berakhir tanpa keputusan strategis.
Keputusan final dari KTT ini dijadwalkan diumumkan pada Senin malam, dan menjadi sorotan publik internasional—apakah benar-benar ada sanksi atau tindakan kolektif yang akan diambil, atau sekadar menambah deretan pernyataan kecaman di atas kertas.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
