Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 September 2025 | 22.15 WIB

Gandeng Microsoft, PM Albania Tunjuk Menteri Berbasis AI untuk Berantas Praktik Korupsi

Pemerintah Albania menggandeng Microsoft untuk mengembangkan Diella sebagai Menteri pertama berbasis AI (Dok. NDTV) - Image

Pemerintah Albania menggandeng Microsoft untuk mengembangkan Diella sebagai Menteri pertama berbasis AI (Dok. NDTV)

JawaPos.com - Perdana Menteri Albania telah menunjuk seorang "menteri" berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk memberantas korupsi dan mendorong inovasi dalam kabinet barunya.

Dilansir dari Sky News, Menteri berbasis AI yang baru, secara resmi bernama Diella itu berbentuk perempuan dan berasal dari kata 'matahari' dalam bahasa Albania telah ditunjuk pada hari Jumat (12/9) dan merupakan entitas virtual.

"Diella akan menjadi anggota kabinet yang tidak hadir secara fisik, tetapi telah dibentuk secara virtual," kata Perdana Menteri Albania Edi Rama dalam sebuah unggahan di Facebook.

Rama mengatakan, bot berbasis AI akan membantu memastikan bahwa tender publik sepenuhnya bebas dari korupsi dan membantu pemerintah beroperasi lebih efisien dan transparan.

Menurut situs web Badan Nasional untuk Informasi Masyarakat Albania menyebut, Diella menggunakan model dan metode AI terbaru untuk memastikan akurasi dalam menjalankan tanggung jawab yang diberikan.

Diella, yang digambarkan mengenakan kostum tradisional Albania, dikembangkan awal tahun ini melalui kerja sama dengan Microsoft.

Ia berperan sebagai asisten virtual di platform layanan publik e-Albania, membantu pengguna menavigasi situs dan mengakses sekitar satu juta pertanyaan dan dokumen digital.

Diketahui, Partai Sosialis di bawah kepemimpinan Rama memenangkan masa jabatan keempat berturut-turut dengan mengamankan 83 dari 140 kursi dalam pemilihan parlemen bulan Mei.

Dengan mayoritas ini, partai dapat memerintah secara independen dan mengesahkan sebagian besar undang-undang, meskipun jumlahnya belum mencapai ambang batas 93 kursi yang diperlukan untuk mengubah Konstitusi.

Partai Sosialis telah berjanji untuk mengamankan keanggotaan Uni Eropa bagi Albania dalam waktu lima tahun, dengan target menyelesaikan negosiasi pada tahun 2027.

Klaim itu ditanggapi skeptis oleh oposisi Partai Demokrat, yang berpendapat bahwa negara tersebut belum siap.

Negara Balkan Barat tersebut memulai negosiasi keanggotaan penuh Uni Eropa setahun yang lalu. Pemerintahan yang baru kini menghadapi tantangan-tantangan utama, termasuk menangani kejahatan terorganisir dan korupsi yang telah lama berlarut-larut.

Isu-isu yang telah ada sejak berakhirnya pemerintahan komunis pada tahun 1990. Diella juga diharapkan mendukung pemerintah daerah dalam mempercepat reformasi dan menyelaraskan diri dengan standar-standar Uni Eropa.

Presiden Albania Bajram Begaj telah menugaskan Perdana Menteri Rama untuk membentuk pemerintahan baru, sebuah langkah yang menurut para analis memberinya wewenang untuk membentuk dan menerapkan asisten Diella yang didukung AI.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore