Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 September 2025 | 01.49 WIB

Nepal akan Gelar Pemilu pada Maret 2026, Sushila Karki Pimpin Pemerintahan Sementara Pasca Gejolak Sosial Politik

PM sementara Nepal, seorang perempuan pegiat antikorupsi bernama Sushila Karki. (Reuters) - Image

PM sementara Nepal, seorang perempuan pegiat antikorupsi bernama Sushila Karki. (Reuters)

JawaPos.com - Nepal resmi menetapkan jadwal pemilu dini pada 5 Maret 2026 mendatang, menyusul pembubaran parlemen dan pengangkatan Sushila Karki sebagai perdana menteri sementara. 

Karki, mantan ketua Mahkamah Agung (MA) Nepal, sekaligus sosok antikorupsi yang cukup dihormati di negara itu, menjadi perdana menteri perempuan pertama dalam sejarah negeri Himalaya tersebut.

Presiden Ramchandra Paudel mengumumkan keputusan ini pada Jumat (12/9) malam, hanya beberapa jam setelah menunjuk Karki untuk memimpin pemerintahan transisi. 

Keputusan ini lahir di tengah situasi politik Nepal yang berguncang akibat aksi protes besar-besaran selama sepekan terakhir.

Sebelumnya, mengutip Al-Jazeera, kerusuhan dipicu larangan pemerintah terhadap akses media sosial, namun dengan cepat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas menentang korupsi dan nepotisme elite politik. 

Massa yang sebagian besar berasal dari generasi muda bahkan membakar gedung parlemen, rumah pejabat tinggi, hingga fasilitas publik, memaksa Perdana Menteri KP Sharma Oli mengundurkan diri.

Data kepolisian menyebut sedikitnya 51 orang tewas sejak awal kerusuhan, termasuk 21 demonstran dan tiga polisi.

Lebih dari 12.500 tahanan masih buron setelah melarikan diri dari sejumlah penjara, sementara sekitar 1.000 lainnya berhasil ditangkap kembali.

Selain persoalan politik, kemarahan rakyat juga dipicu kondisi ekonomi. Banyak generasi muda merasa terpinggirkan karena sulitnya lapangan pekerjaan, terutama di pedesaan.

Situasi ini membuat jutaan warga Nepal memilih bekerja di luar negeri, mulai dari Timur Tengah hingga Korea Selatan dan Malaysia, demi mencari penghidupan yang lebih baik.

Pengangkatan Karki mendapat sambutan positif dari India. Perdana Menteri Narendra Modi melalui akun X menyampaikan selamat sekaligus menegaskan komitmen India terhadap perdamaian dan kemakmuran Nepal. 

Sementara itu, Tiongkok belum memberi komentar resmi, meski sebelumnya menyerukan ketenangan dan perlindungan terhadap warga sipil di tengah kerusuhan.

Dengan pemerintahan sementara yang dipimpin Sushila Karki, Nepal kini memasuki fase transisi penting di pemerintahan. 

Pemilu yang akan digelar Maret mendatang akan menjadi ujian besar bagi stabilitas politik sekaligus harapan baru bagi generasi muda yang mendesak perubahan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore