NATO, aliansi militer internasional yang dibentuk pasca Perang Dunia II (Dok. History)
JawaPos.com - Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization / NATO) merupakan aliansi militer internasional yang berdiri pada tahun 1949. Tujuan awalnya adalah menciptakan penyeimbang terhadap keberadaan Tentara Soviet yang ditempatkan di Eropa Tengah dan Timur setelah Perang Dunia II.
Mengutip dari Britannica, inti dari NATO tertuang dalam Pasal 5 North Atlantic Treaty (atau dikenal juga dengan Washington Treaty) yang diteken pada 4 April 1949. Pasal ini menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap satu atau lebih pihak di Eropa atau Amerika Utara akan dianggap sebagai serangan terhadap semua pihak.
"Serangan bersenjata terhadap satu atau lebih Pihak di Eropa atau Amerika Utara akan dianggap sebagai serangan terhadap semuanya; dan sebagai konsekuensinya mereka sepakat bahwa, jika serangan bersenjata tersebut terjadi, masing-masing dari mereka, dalam menjalankan hak membela diri secara individu atau kolektif yang diakui oleh Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, akan membantu Pihak atau Pihak-Pihak yang diserang tersebut dengan mengambil tindakan segera, secara individu dan bersama-sama dengan Pihak-Pihak lain, tindakan yang dianggap perlu, termasuk penggunaan kekuatan bersenjata, untuk memulihkan dan menjaga keamanan kawasan Atlantik Utara," bunyi pasal 5 dikutip dari laman Britannica.
Latar Belakang Berdirinya NATO
Banyak pihak beranggapan NATO didirikan semata-mata sebagai respons terhadap ancaman Uni Soviet. Namun, menurut laman resmi NATO, pembentukan aliansi ini sejatinya memiliki tujuan yang lebih luas.
"Sebenarnya, pembentukan aliansi ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mencapai tiga tujuan: mencegah ekspansionisme Soviet, mencegah kebangkitan militerisme nasionalis di Eropa melalui kehadiran Amerika Utara yang kuat di benua tersebut, dan mendorong integrasi politik Eropa," dikutip dari NATO.
Pasca-Perang Dunia II, kondisi Eropa berada dalam kehancuran. Sekitar 36,5 juta orang Eropa tewas akibat perang, termasuk 19 juta warga sipil. Kamp pengungsian dan sistem jatah pangan mewarnai kehidupan sehari-hari. Tingkat kematian bayi bahkan mencapai satu dari empat kelahiran di beberapa wilayah. Kota-kota besar, seperti Hamburg, luluh lantak, dengan setengah juta penduduk kehilangan tempat tinggal.
Dalam situasi tersebut, gerakan komunis yang mendapat dukungan Uni Soviet mulai mengancam pemerintahan demokratis di Eropa. Pada Februari 1948, Partai Komunis Cekoslowakia dengan dukungan Soviet menggulingkan pemerintahan demokratis di negaranya.
Tak lama kemudian, Uni Soviet memblokade Berlin Barat dalam upaya memperkuat pengaruhnya di Jerman. Peristiwa Berlin Airlift memang memberi harapan bagi sekutu, tetapi ancaman kekurangan pangan, kebebasan, dan stabilitas tetap menghantui Eropa.
Marshall Plan dan Upaya Pemulihan Eropa
Dikutip dari Office of The Historian, Amerika Serikat menyadari perlunya pemulihan ekonomi besar-besaran di Eropa. Menteri Luar Negeri George Marshall mengusulkan European Recovery Program atau yang dikenal sebagai Marshall Plan.
Program ini tidak hanya mendorong integrasi ekonomi Eropa, tetapi juga memperkuat kerja sama antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dalam menghadapi ancaman komunisme.
Marshall Plan menjadi pondasi bagi gagasan bahwa keamanan tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga pada kestabilan ekonomi. Amerika memandang bahwa Eropa yang makmur, terintegrasi, dan dipersenjatai kembali akan menjadi kunci untuk mencegah ekspansi komunis di benua tersebut.
Perjanjian Brussel dan Jalan Menuju NATO
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
