
Panagiota Statha, 16, mengenakan kulit binatang dan lonceng perunggu, sebagai bagian dari perayaan karnaval di Distomo, sebuah desa di Yunani tengah. (AP/Petros Giannak
JawaPos.com - Di balik gemuruh lonceng dan sorak tawa, desa di area pegunungan Distomo di Yunani menyimpan tradisi unik yang berakar dari zaman kuno. Sebuah cara turun-temurun untuk meredakan stres dan menyalakan kembali semangat hidup lewat kekacauan yang dirayakan.
Warga setempat menyebutnya Koudounaraioi, yang secara harfiah berarti "Manusia Lonceng". Dalam perayaan ini, para peserta mengenakan kulit kambing atau domba, menggantungkan lonceng perunggu raksasa di pinggang, dan menari mengelilingi api unggun. Suasananya riuh, penuh semangat, dan memang sengaja dibuat gaduh.
Namun, kegaduhan itu bukan tanpa alasan. Warga bahkan mengunjungi pemakaman desa sambil membuat kebisingan. Konon untuk "membangunkan" para arwah agar turut merayakan kehidupan bersama mereka. Tradisi ini bukan sekadar hiburan, tapi juga menjadi ritual sosial yang mengakar di masyarakat setempat.
Menurut sejarawan Yunani, Amalia Papaioannou, dilansir dari AP News, perayaan ini menciptakan apa yang disebut sebagai social inversion, momen ketika norma sosial dibalik karena semua orang bebas menyamar, melontarkan lelucon, bahkan berbicara kasar tanpa konsekuensi. Ini adalah bentuk reset sosial, cara masyarakat untuk melepas penat, membuang energi negatif, dan kembali segar setelah masa-masa penuh tekanan.
Tradisi Koudounaraioi diyakini berasal dari perayaan untuk Dionysus, dewa anggur, kesuburan, dan kesenangan dalam mitologi Yunani. Tak heran jika inti ritual ini adalah kebebasan berekspresi dan selebrasi terhadap hidup, dengan semangat yang liar tapi penuh makna.
Kini, tradisi ini telah berevolusi. Di antara lonceng dan kulit domba, terlihat pula anak-anak mengenakan kostum dinosaurus, orang tua membawa obor, dan musik yang mengiringi pun tak lagi hanya musik rakyat Yunani—melainkan juga musik pop hingga K-pop.
Perayaan ini biasanya berlangsung sebelum masa Prapaskah, menjadi momen transisi yang memperkuat ikatan sosial dan semangat kolektif sebelum masyarakat kembali ke masa penuh
keteraturan dan refleksi diri.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
