
Sebuah kapal armada Sumud Global mengapung di perairan saat kapal Garda Nasional Maritim Tunisia melakukan inspeksi di Sidi Bou Said, Tunisia, 9 September 2025. (REUTERS/Jihed Abidellaoui).
JawaPos.com - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Tunisia ketika salah satu kapal utama Global Sumud Flotilla (GSF) dilaporkan mengalami serangan pada Senin (8/9) malam.
Kapal berbendera Portugis bernama Perahu Keluarga itu terbakar setelah diduga dihantam sebuah drone, hanya beberapa jam sebelum berlayar menuju Gaza.
Namun, pihak berwenang Tunisia membantah klaim adanya serangan drone. Mereka menegaskan bahwa api muncul dari dalam kapal, bukan akibat serangan udara.
Meski begitu, rekaman yang diunggah akun resmi GSF memperlihatkan adanya objek bercahaya jatuh dari langit dan mengenai kapal, tepat saat salah satu kru tengah melakukan siaran langsung.
Dalam video tersebut terdengar kepanikan para kru ketika asap mengepul dari dek utama. Menurut penyelenggara, api merusak bagian dek serta ruang penyimpanan, tetapi seluruh penumpang dan awak berhasil menyelamatkan diri tanpa korban jiwa.
GSF menyebut kejadian itu sebagai upaya intimidasi untuk menggagalkan misi kemanusiaan mereka ke Gaza. “Kami tetap melanjutkan misi damai untuk menembus blokade dan berdiri bersama rakyat Gaza,” demikian pernyataan resmi flotilla.
Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, Francesca Albanese, yang berada di lokasi, menilai jika benar terbukti serangan itu dilakukan oleh drone, maka insiden tersebut juga merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Tunisia.
Di tengah kekhawatiran atas insiden tersebut, kabar baik datang dari delegasi Indonesia. Tercatat ada 33 relawan yang tergabung dalam Indonesia Global Peace Convoy (IGPC), termasuk politisi sekaligus aktivis kemanusiaan Wanda Hamidah.
IGPC merupakan inisiatif kolektif dari 23 organisasi masyarakat sipil Indonesia, di antaranya Dompet Dhuafa, yang mengirim lima kapal berisi bantuan kemanusiaan.
Para relawan telah berada di Tunisia selama beberapa hari terakhir untuk menjalani pelatihan teknis, mitigasi risiko di laut, serta koordinasi bersama ratusan aktivis internasional.
Wanda Hamidah memastikan tidak ada relawan Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. “Alhamdulillah, tidak ada korban. Total 33 tim dari Indonesia. Insya Allah, besok berangkat,” ujarnya kepada JawaPos.com.
Misi Global Sumud Flotilla 2025 sendiri bertujuan membawa bantuan pangan dan medis ke Gaza, yang kini menghadapi krisis kemanusiaan akibat blokade berkepanjangan Israel.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
