Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 September 2025 | 16.42 WIB

Partainya Kalah Telak pada Pemilu, Perdana Menteri Jepang Ishiba Mengundurkan Diri dan Meminta Segera Mencari Penggantinya

Perdana Menteri Shigeru Ishiba saat memberikan sambutan di Osaka Kansai Expo Japan Day (Dok. Instagram @ishibashigeru) - Image

Perdana Menteri Shigeru Ishiba saat memberikan sambutan di Osaka Kansai Expo Japan Day (Dok. Instagram @ishibashigeru)

JawaPos.com -  Shigeru Ishiba, Perdana Menteri Jepang, memutuskan untuk mengundurkan diri akibat kekalahan yang dialami oleh partainya pada pemilu parlementer, melalui konferensi pers yang diadakan pada Minggu (7/9).

Partai Liberal Demokratik Jepang (LDP), yang diwakili oleh Ishiba, kalah telak pada pemilihan parlementer bulan Juli lalu, menyebabkan hilangnya koalisi mayoritas pemerintahnya, baik di majelis rendah dan tinggi, di tengah-tengah ketidakpuasan warga terkait meningkatnya biaya hidup di negara tersebut.

Mengutip Reuters, sebelumnya terdapat berbagai desakan dari anggota partai LDP kepada Ishiba, yang menjabat sebagai perdana menteri selama satu tahun menggantikan Fumio Kishida, untuk segera mengundurkan diri buntut dari kekalahan bersejarah tersebut.

Namun, alih-alih mengundurkan diri, ia bersikeras untuk menyelesaikan kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat (AS), di mana tarif yang dikenakan oleh Presiden Donald Trump menyebabkan pertumbuhan industri otomotif, yang menjadi salah satu tumpuan ekonomi Jepang, terseok-seok.

Dalam beberapa minggu terakhir, setelah beberapa ronde pertemuan, Ishiba serta perwakilannya berhasil bernegosiasi dengan Trump terkait besaran tarif tersebut, yang sebelumnya berada di 27,5 persen, turun menjadi 15 persen.

Ishiba juga menyuruh ketua negosiator dagangnya, Ryosei Akazawa, membawakan pesan dari sang Perdana Menteri kepada Trump, yang berisi harapan membuat “era keemasan” aliansi Jepang-AS, sekaligus mengundang sang Presiden untuk mengunjungi Jepang, berdasarkan informasi dari Associated Press.

Melalui pengumuman pengunduran dirinya sebagai perdana menteri sekaligus ketua partai LDP, politikus berusia 68 tahun tersebut mengatakan ia dan juga partainya akan memulai proses pencarian suksesornya, yang kemungkinan akan diadakan pada bulan Oktober nanti.

“Dengan Jepang sudah menandatangani kesepakatan dagang dan presiden (Trump) sudah menandatangani keputusan eksekutif, kita sudah melewati rintangan penting. Saya ingin melanjutkan tongkat estafet kepada generasi berikutnya,” ujar Ishiba pada konferensi persnya pada Minggu (7/9).

Terdapat beberapa kandidat yang akan menggantikan posisi Ishiba, dan pasar Jepang juga memperhatikan bagaimana calon pemimpin barunya akan menerapkan kebijakan keuangan untuk kedepannya.

Salah satu kandidat kuat adalah Sanae Takaichi, mantan menteri Keuangan dan anggota veteran partai LDP, yang beberapa kali mengkritik kebijakan bank nasional Jepang, Bank of Japan, terkait kenaikan suku bunga. Takaichi sebelumnya kalah dari Ishiba pada putaran terakhir pemilihan menjadi pemimpin partai LDP.

Selain itu, menteri peternakan Jepang di bawah pemerintahan Ishiba, Shinjiro Koizumi, juga muncul sebagai kandidat kuat untuk menggantikan Ishiba, dimana keluarganya sendiri sudah lama terlibat dengan perpolitikan Jepang hingga sekarang.

“Untuk calon-calon suksesor berpotensial, Koizumi dan Takaichi terlihat sebagai kandidat yang paling memungkinkan,” ujar Kazutaka Maeda, ahli ekonomi dari Institut Penelitian Meiji Yasuda.

“Jika Koizumi tidak diharapkan membawa perubahan besar, sikap Takaichi terhadap kebijakan fiskal ekspansif dan pendekatannya terhadap kenaikan suku bunga yang berhati-hati dapat menarik perhatian pasar finansial,” lanjut Maeda. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore