Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 19.09 WIB

Korea Selatan Siaga Menjelang Debut Diplomatik Multilateral Korea Utara di Beijing

Kim Jong Un, Xi Jinping dan Putin dikabarkan akan bersama di parade militer besar Tiongkok pada hari Rabu (3/9) - Image

Kim Jong Un, Xi Jinping dan Putin dikabarkan akan bersama di parade militer besar Tiongkok pada hari Rabu (3/9)

JawaPos.com - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, diperkirakan akan muncul di antara para pemimpin dunia untuk pertama kalinya pada parade militer besar di Tiongkok hari Rabu (3/9).

Menurut para analis, ini adalah sebuah langkah yang bisa menimbulkan tantangan bagi upaya Korea Selatan untuk melibatkan Korea Utara.

Meskipun Korea Selatan melihat kecil kemungkinan delegasinya, yang dipimpin oleh Ketua Majelis Nasional Woo Won Shik, akan bertemu Kim Jong Un di parade itu, beberapa analis mengatakan bahwa debut pemimpin Korea Utara di panggung multilateral ini dapat menandakan kemungkinan terbukanya dialog dengan Amerika Serikat (AS).

Kim Jong Un diundang oleh Presiden Tiongkok, Xi Jinping, untuk menghadiri parade militer 3 September yang memperingati ulang tahun ke-80 berakhirnya Perang Dunia II, tanggal yang diperingati Tiongkok sebagai kemenangannya atas Jepang.

Pemimpin Korea Utara akan berada di antara 26 pemimpin asing yang hadir, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin. Undangan dan kehadirannya diumumkan oleh Tiongkok dan Korea Utara Kamis lalu.

Acara ini menandai pertama kalinya Kim Jong Un bergabung dengan sekelompok besar pemimpin dunia di panggung multilateral sejak ia berkuasa pada tahun 2011.

Diplomasi multilateral tidak lazim bagi Kim Jong Un, seperti halnya para pendahulunya, yang biasanya lebih menyukai pertemuan bilateral yang memperkuat citra mereka sebagai pemimpin yang independen dan berdaulat.

Rincian rencana perjalanan Kim Jong Un masih dirahasiakan, dan tidak jelas kapan atau bagaimana ia akan meninggalkan Korea Utara menuju Tiongkok, meskipun diyakini ia mungkin akan bepergian dengan kereta lapis baja miliknya.

Seorang pejabat Kremlin mengatakan bahwa dalam parade, Putin akan duduk di sebelah kanan Xi Jinping, sementara Kim Jong Un berada di sisi berlawanan dari pemimpin Tiongkok tersebut.

Jika kesepakatan ini tetap berlaku, hal itu akan dianggap sebagai bentuk solidaritas terhadap Amerika Serikat, meskipun Presiden Donald Trump telah menyatakan minatnya untuk melanjutkan perundingan dengan pemimpin Korea Utara.

Kehadiran Kim Jong Un dalam acara diplomatik berisiko tinggi itu terjadi di tengah keengganan Korea Utara untuk melunak dengan Korea Selatan, meskipun ada tawaran dari pemerintahan Lee Jae Myung.

Namun, beberapa analis di Korea Selatan dengan hati-hati memperkirakan bahwa perjalanan itu bisa menjadi awal dimulainya kembali diplomasi Korea Utara dengan Amerika Serikat.

"Kunjungan Kim ke Tiongkok dapat menjadi kesempatan untuk mengkoordinasikan posisinya dengan Beijing dan Moskow menjelang kemungkinan pertemuan puncak Korea Utara-AS, yang dapat berlangsung di sela-sela KTT Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), yang diperkirakan akan dihadiri Trump," kata Cheong Seong Chang, wakil presiden lembaga pemikir Sejong Institute yang berbasis di Seoul.

Cheong mencatat adanya pola dalam kunjungan Kim sebelumnya ke Tiongkok menjelang negosiasi AS-Korea Utara selama masa jabatan pertama Trump.

Antara tahun 2018 dan 2019, ia melakukan empat kunjungan ke Tiongkok, dengan kunjungan pertama dan keempatnya terjadi tepat sebelum pertemuan puncak dengan pemimpin AS tersebut.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore