
Kobaran api membumbung dari lokasi serangan udara Israel di Sanaa, Yaman, 24 Agustus 2025. (Al Jazeera)
JawaPos.com — Kelompok Houthi di Yaman mengonfirmasi bahwa Perdana Menteri mereka, Ahmed Ghaleb Nasser al Rahawi, tewas dalam serangan udara Israel yang menghantam ibu kota, Sanaa, pada Kamis (28/8).
Serangan tersebut juga menewaskan sejumlah menteri lain, meski jumlah pasti korban dari jajaran pemerintahan belum diungkapkan.
Dilansir dari Al Jazeera, Minggu (31/8/2025), al-Rahawi menjadi pejabat paling senior yang terbunuh sejak Israel mulai menggencarkan serangan ke Yaman dalam beberapa bulan terakhir. Dalam pernyataan resmi, Houthi menyebut serangan itu terjadi saat para pejabatnya menghadiri sebuah rapat kerja.
Kepresidenan Houthi menggambarkan al-Rahawi sebagai “mujahid” dan menyebut kematiannya sebagai syahid.
"Kami mengumumkan kesyahidan mujahid Ahmed Ghaleb al-Rahawi, perdana menteri Pemerintah Perubahan dan Pembangunan, bersama beberapa menteri lainnya pada Kamis lalu,” demikian pernyataan resmi Houthi.
Serangan Israel yang Menargetkan Pimpinan Houthi
Militer Israel menyebut serangan tersebut diarahkan pada “target militer rezim teroris Houthi” di Sanaa. Media Israel melaporkan bahwa serangan Kamis lalu menargetkan seluruh kabinet Houthi, termasuk perdana menteri dan 12 menteri lain.
Serangan itu terjadi hanya empat hari setelah Israel menggempur Sanaa pada 24 Agustus, yang menewaskan 10 orang dan melukai lebih dari 90 orang. Dalam serangan sebelumnya, Israel mengklaim menghantam situs militer Houthi dan istana kepresidenan.
Menurut Al Jazeera, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menilai serangan-serangan awal tidak cukup untuk menghentikan Houthi. Ia kemudian mendorong strategi baru yang menargetkan para pemimpin, mirip dengan operasi Israel terhadap kelompok Hezbollah, Hamas, dan Jihad Islam.
Respons Houthi: Janji Balas Dendam dan Dukungan Gaza
Mahdi al-Mashat, Ketua Dewan Politik Tertinggi Houthi, menegaskan kelompoknya akan membalas serangan tersebut.
“Kami akan menuntut balas, dan dari luka terdalam ini akan lahir sebuah kemenangan,” katanya dalam pesan video.
Dalam pernyataan lain, kepresidenan Houthi menegaskan bahwa lembaga pemerintahan tetap berjalan meski sejumlah pejabat senior tewas.
“Darah para syuhada agung akan menjadi bahan bakar untuk melanjutkan perjuangan di jalur yang sama,” bunyi pernyataan itu.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
