
Kampanye kesadaran dengue di Thailand (Dok. Ads of the World/CodeBlue)
JawaPos.com - Demam berdarah (dengue) masih menjadi ancaman serius, terutama di negara tropis seperti Thailand. Namun, sebuah kampanye kreatif kini hadir untuk melawan penyakit ini dengan cara yang tak biasa.
Menggandeng aktor populer Metawin Opas-iamkajorn atau Win Metawin sebagai salah satu "Dengue Heroes," kampanye "The Less You Know About Dengue, The More Protection You Need" ini berhasil menarik perhatian publik, khususnya generasi muda yang aktif di media sosial.
Menurut laporan dari Nation Thailand, kehadiran figur publik seperti Metawin menjadi kunci untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Kampanye ini sendiri merupakan bagian dari gerakan regional "Dengue-zero," sebuah kolaborasi besar antara pemerintah, swasta, dan akademisi yang bertujuan mengurangi beban penyakit dengue.
Seperti yang dicatat oleh Healthcare Asia Magazine, strategi ini adalah cara efektif untuk membangun komunikasi kesehatan publik di era digital.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Menekan Angka Kasus
Ancaman demam berdarah di Thailand sangat nyata. Data dari Departemen Pengendalian Penyakit Thailand mencatat lebih dari 13.000 kasus dan 15 kematian terjadi dari Januari hingga awal Juni 2025. Angka ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis masyarakat harus terus diperkuat.
Peter Streibl, Managing Director Takeda Thailand, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menekan angka penyakit ini.
"Fokus utama kami adalah mengurangi wabah, penyakit, dan angka kematian akibat dengue melalui kemitraan yang berkelanjutan dan kerja sama lintas sektor," ujarnya, dilansir dari Nation Thailand.
Di tingkat pemerintah, Bangkok Metropolitan Administration (BMA) juga tak mau kalah. Mereka meluncurkan kampanye preventif "5C-1S-3K" yang mencakup langkah-langkah sederhana seperti menutup wadah air dan menaruh ikan pemakan jentik.
Langkah-langkah ini, yang dipromosikan melalui aplikasi LINE, terbukti lebih mudah diadopsi oleh warga dalam kehidupan sehari-hari.
Menjembatani Kesenjangan antara Pengetahuan dan Tindakan
Meskipun banyak orang sudah tahu bahaya demam berdarah, praktik pencegahan seringkali tidak konsisten.
Tinjauan sistematis di Nature Social Sciences menemukan bahwa ada kesenjangan antara pengetahuan yang baik tentang dengue dengan tindakan pencegahan di banyak rumah tangga di Asia.
Inilah mengapa kampanye berbasis figur publik dan komunitas menjadi sangat penting. Pengalaman dari negara lain, seperti sebuah studi di India yang menunjukkan penurunan drastis indeks sarang nyamuk, membuktikan bahwa intervensi komunitas dapat menghasilkan perubahan signifikan.
Secara global, gerakan "United Against Dengue" yang digagas oleh IFRC dan Takeda juga memperkuat pesan ini.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
