Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Agustus 2025 | 22.00 WIB

Stonehenge, Monumen Kuno yang Masih Berdiri Kokoh di Inggris dan Masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO

Monumen kuno Stonehenge yang terletak di Salisbury Plain, Inggris (Dok. English Heritage)

JawaPos.com - Stonehenge merupakan salah satu monumen prasejarah terkenal di dunia. Terletak di Salisbury Plain, sekitar 13 kilometer di utara Salisbury, Wiltshire, Inggris, situs ini masih menyimpan banyak misteri meski telah diteliti selama bertahun-tahun.

Dilansir dari English Heritage, monumen ini dibangun secara bertahap. Pembangunan awal berupa monumen henge diperkirakan sudah ada sejak 5.000 tahun lalu. Kemudian, lingkaran batu yang khas didirikan pada akhir periode Neolitikum sekitar 2.500 SM. 

Pada awal Zaman Perunggu, area sekitar Stonehenge juga dipenuhi gundukan pemakaman, menandakan peran pentingnya bagi masyarakat kuno.

Struktur Megah dan Material Misterius

Dikutip dari Britannica, Stonehenge terdiri atas batu sarsen raksasa yaitu blok batu silcrete dari zaman Kenozoikum yang disusun dalam formasi tiang dan ambang pintu.

Keunikan lain terletak pada keberadaan batu biru (bluestone) dan batuan beku lain yang berasal dari Wales Selatan dengan jarak sekitar 160–240 km dari lokasi. Bagaimana batu-batu dipindahkan tanpa teknologi modern masih menjadi pertanyaan besar hingga kini.

Nama Stonehenge diyakini berasal dari bahasa Saxon, stan-hengen, yang berarti "batu gantung" atau "tiang gantungan".

Pada 1986, bersama lebih dari 350 monumen prasejarah lain di sekitarnya, termasuk kompleks serupa di Avebury, Stonehenge ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Upaya Konservasi Modern

English Heritage, terakhir kali melakukan pekerjaan perbaikan besar pada September 2021. Dalam proyek ini, mereka mengganti mortar semen lama yang dipasang pada akhir 1950-an karena sudah mulai rusak.

Perbaikan ini merupakan yang pertama dalam lebih dari 50 tahun, sekaligus menjadi kesempatan untuk meninjau kembali metode konservasi ambisius yang dilakukan sepanjang abad ke-20.

"Selama dua minggu pada bulan September 2021, English Heritage melakukan perbaikan pada ambang pintu di Stonehenge, mengganti mortar semen lama yang telah rusak yang digunakan pada akhir tahun 1950-an untuk mencegah pelapukan dan mengamankan batu pada posisinya, " dikutip dari laman English Heritage.

Penelitian dan Misteri yang Belum Terpecahkan

Hingga kini, penelitian terhadap Stonehenge terus dilakukan. Mike Parker Pearson dari Universitas Sheffield sekaligus salah satu pemimpin Proyek Stonehenge Riverside yang sebagian didanai oleh National Geographic Society, mengajukan teori bahwa Stonehenge berfungsi sebagai pusat pemujaan leluhur.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore