Monumen kuno Stonehenge yang terletak di Salisbury Plain, Inggris (Dok. English Heritage)
JawaPos.com - Stonehenge merupakan salah satu monumen prasejarah terkenal di dunia. Terletak di Salisbury Plain, sekitar 13 kilometer di utara Salisbury, Wiltshire, Inggris, situs ini masih menyimpan banyak misteri meski telah diteliti selama bertahun-tahun.
Dilansir dari English Heritage, monumen ini dibangun secara bertahap. Pembangunan awal berupa monumen henge diperkirakan sudah ada sejak 5.000 tahun lalu. Kemudian, lingkaran batu yang khas didirikan pada akhir periode Neolitikum sekitar 2.500 SM.
Pada awal Zaman Perunggu, area sekitar Stonehenge juga dipenuhi gundukan pemakaman, menandakan peran pentingnya bagi masyarakat kuno.
Struktur Megah dan Material Misterius
Dikutip dari Britannica, Stonehenge terdiri atas batu sarsen raksasa yaitu blok batu silcrete dari zaman Kenozoikum yang disusun dalam formasi tiang dan ambang pintu.
Keunikan lain terletak pada keberadaan batu biru (bluestone) dan batuan beku lain yang berasal dari Wales Selatan dengan jarak sekitar 160–240 km dari lokasi. Bagaimana batu-batu dipindahkan tanpa teknologi modern masih menjadi pertanyaan besar hingga kini.
Nama Stonehenge diyakini berasal dari bahasa Saxon, stan-hengen, yang berarti "batu gantung" atau "tiang gantungan".
Pada 1986, bersama lebih dari 350 monumen prasejarah lain di sekitarnya, termasuk kompleks serupa di Avebury, Stonehenge ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Upaya Konservasi Modern
English Heritage, terakhir kali melakukan pekerjaan perbaikan besar pada September 2021. Dalam proyek ini, mereka mengganti mortar semen lama yang dipasang pada akhir 1950-an karena sudah mulai rusak.
Perbaikan ini merupakan yang pertama dalam lebih dari 50 tahun, sekaligus menjadi kesempatan untuk meninjau kembali metode konservasi ambisius yang dilakukan sepanjang abad ke-20.
"Selama dua minggu pada bulan September 2021, English Heritage melakukan perbaikan pada ambang pintu di Stonehenge, mengganti mortar semen lama yang telah rusak yang digunakan pada akhir tahun 1950-an untuk mencegah pelapukan dan mengamankan batu pada posisinya, " dikutip dari laman English Heritage.
Penelitian dan Misteri yang Belum Terpecahkan
Hingga kini, penelitian terhadap Stonehenge terus dilakukan. Mike Parker Pearson dari Universitas Sheffield sekaligus salah satu pemimpin Proyek Stonehenge Riverside yang sebagian didanai oleh National Geographic Society, mengajukan teori bahwa Stonehenge berfungsi sebagai pusat pemujaan leluhur.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
