
Lambang ASEAN Youth Organization. (asean.org)
JawaPos.com - ASEAN Youth Organization (AYO) semakin dikenal sebagai wadah kolaboratif anak muda Asia Tenggara yang aktif mendorong perubahan sosial, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.
Berdiri sejak 2013 dan berbasis di Jakarta, AYO telah menjangkau lebih dari 100 mitra internasional dan komunitas lokal melalui berbagai program pemberdayaan, pelatihan kepemimpinan, dan advokasi kebijakan.
Sebagai organisasi yang berlandaskan semangat “By Youth, For Youth”, AYO memiliki visi untuk meningkatkan kesadaran terhadap nilai-nilai ASEAN melalui kegiatan yang memberdayakan pemuda, mengedukasi komunitas, dan mendorong perubahan positif yang berkelanjutan.
"Kami percaya bahwa anak muda bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pencipta solusi,” ujar Sovan Srun, Direktur Regional AYO untuk Asia Tenggara dalam wawancara yang dikutip dari AYO Academy.
AYO aktif mendukung pelaksanaan ASEAN Work Plan on Youth 2021–2025 yang menekankan lima domain utama, yakni pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, kesempatan kerja, partisipasi dan keterlibatan, serta kesadaran dan identitas ASEAN. Melalui pendekatan ini, AYO berupaya menciptakan ruang aman dan inklusif bagi anak muda untuk terlibat dalam diskusi kebijakan, kegiatan sukarela, dan proyek komunitas lintas negara.
Salah satu program unggulan AYO adalah “ASEAN Youth in Action”, yang menghubungkan pemuda dengan organisasi masyarakat sipil dan usaha sosial untuk menciptakan solusi berbasis komunitas. Program ini telah dilaksanakan di berbagai negara seperti Kamboja, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam.
“Kami ingin anak muda tidak hanya bicara soal perubahan, tapi juga menjadi pelaku utama di lapangan,” kata Nurul Huda, Koordinator Program AYO Malaysia, dalam sesi diskusi regional yang diselenggarakan oleh ASEAN Foundation.
AYO juga berperan sebagai Steering Organization untuk OECD Youthwise Asia Pacific dan turut berkontribusi dalam European Youth Action Plan di bawah European Economic and Social Committee. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa suara anak muda ASEAN kini semakin diperhitungkan dalam forum internasional.
Dengan populasi pemuda ASEAN yang diperkirakan mencapai 220 juta jiwa pada 2038, peran organisasi seperti AYO menjadi semakin krusial.
Menurut laman resmi ASEAN, pemuda ASEAN adalah aset dan harapan masa depan kawasan. Mereka perlu diberikan kesempatan bermakna untuk memengaruhi kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan mereka.
Melalui pendekatan lintas budaya, kolaboratif, dan berbasis aksi nyata, ASEAN Youth Organization terus membuktikan bahwa anak muda bukan sekadar penonton dalam pembangunan regional, melainkan aktor utama yang mampu menjembatani perbedaan dan menciptakan masa depan yang lebih inklusif. (*)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
