
(Dari kiri) CEO Meta Mark Zuckerberg bersama Chief AI Officer Meta Alexandr Wang dan Shengjia Zhao, ilmuwan utama di Meta’s Superintelligence Labs. (The Straits Times)
Jawa Pos.com — Perpindahan empat peneliti terkemuka dari OpenAI ke laboratorium Superintelligence milik Meta awal tahun ini mengguncang industri kecerdasan buatan (AI).
Shengjia Zhao, Shuchao Bi, Jiahui Yu, dan Hongyu Ren direkrut dengan paket kompensasi mencapai ratusan juta dolar, demi mendukung ambisi Mark Zuckerberg menghadirkan “superintelligence pribadi bagi semua orang”.
Dilansir dari The Straits Times, Senin (25/8/2025), yang menarik perhatian publik bukan hanya nilai kontraknya, tetapi juga latar belakang para peneliti tersebut—semuanya berasal dari Tiongkok.
Keempatnya sebelumnya menjadi otak di balik pengembangan model ChatGPT milik OpenAI sebelum akhirnya direkrut Meta.
Tak berhenti di situ, Zuckerberg juga mendatangkan Dr Ruomin Pang, lulusan Shanghai Jiao Tong University yang meraih gelar doktor dari Princeton dan sebelumnya bekerja di Apple.
Paket kompensasinya dilaporkan lebih dari USD 200 juta atau sekitar Rp3,2 triliun (kurs Rp16.340 per dolar AS). Sebagai perbandingan, CEO Microsoft Satya Nadella pada 2024 hanya menerima USD 79 juta atau Rp1,2 triliun.
Alexandr Wang, Miliarder Muda Pemimpin Superintelligence Meta
Meta juga menunjuk Alexandr Wang, pendiri Scale AI, sebagai pemimpin tim superintelligence. Wang, yang lahir di AS dari keluarga imigran Tiongkok, menjadi miliarder termuda di dunia setelah Zuckerberg membeli hampir separuh saham Scale AI senilai USD 14,3 miliar atau sekitar Rp233 triliun.
Fenomena ini mencerminkan betapa besar ketergantungan industri AI Amerika pada imigran, terutama peneliti asal Tiongkok.
“Saya kira sekitar 75 persen talenta AI di AS adalah kelahiran luar negeri, dan mayoritas di antaranya berasal dari Tiongkok,” ujar Damien Ma, pendiri think tank MacroPolo.
Ia menambahkan, “Seseorang pernah menyimpulkan dengan tepat, ‘AI sama dengan Asian Intelligence.’”
Tantangan Geopolitik dan Kecurigaan Amerika
Meski Amerika masih menjadi pusat AI global, dominasi talenta Tiongkok menghadapi hambatan geopolitik. Pemerintah AS semakin mencurigai peneliti asal Tiongkok, dengan ancaman pencabutan visa dan pembekuan dana riset.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
