
CEO Nvidia Jensen Huang bersama istri serta kedua anaknya, Madison dan Spencer, yang kini menjadikan Nvidia sebagai bisnis keluarga pertama di Silicon Valley. (Times of India)
JawaPos.com — Untuk pertama kalinya, Silicon Valley menyaksikan sebuah raksasa teknologi dijalankan sebagai bisnis keluarga. Dua anak CEO Nvidia Jensen Huang, Madison dan Spencer Huang, kini menempati posisi strategis di perusahaan yang mendominasi era kecerdasan buatan (AI).
Madison Huang memimpin pengembangan perangkat lunak simulasi tiga dimensi pada divisi Omniverse—platform Nvidia untuk dunia virtual dan simulasi industri.
Sementara itu, Spencer Huang bertanggung jawab atas pengembangan model kecerdasan buatan serta sistem persepsi robotika.
Menurut laporan The Information, "kehadiran keduanya menandai terobosan dari tradisi panjang di Silicon Valley, di mana anak para pendiri biasanya menghindari perusahaan keluarga."
Melansir Times of India, Senin (25/8), penempatan Madison dan Spencer tidak bersinggungan langsung dengan bisnis inti semikonduktor Nvidia. Keduanya justru memimpin area strategis baru yang diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan masa depan.
Kisah mereka pun berawal jauh dari teknologi. Madison pernah menekuni seni kuliner di Le Cordon Bleu Paris sebelum bekerja di LVMH. Spencer menjalankan R&D Cocktail Lab di Taipei.
Rekan-rekannya kini menilai gaya manajemennya mirip sang ayah. The Information mencatat, “perjalanan keduanya kembali ke Nvidia dimulai setelah mereka mengikuti kursus kecerdasan buatan bersama di MIT pada 2019.”
Madison bergabung sebagai pegawai magang di bidang pemasaran pada 2020 dan hanya dalam tiga tahun naik ke posisi direktur senior. Dia menerima kompensasi lebih dari 1 juta dolar AS atau sekitar Rp16,2 miliar (kurs Rp16.290 per dolar AS). Sementara itu, Spencer menutup bisnis barnya pada 2021 dan bergabung dengan divisi robotika Nvidia pada 2022.
Menurut The Information, “Madison dikenal sangat tegas, menetapkan standar kerja tinggi, bahkan merespons email dalam hitungan menit.” Sebaliknya, Spencer dianggap lebih kolaboratif dengan sistem pelaporan mingguan “lima prioritas utama” yang meniru metode manajemen Jensen Huang.
Popularitas Madison kian menonjol pada ajang Computex Taipei tahun ini. Sejumlah pengunjung menyebut, “dengan jas biru khasnya, Madison terlihat bak bintang rock saat melintasi arena pameran.”
Meski demikian, kritik nepotisme tetap muncul. Huang berusaha menepis kekhawatiran itu dengan pernyataan terbuka di hadapan karyawan. Dia menekankan bahwa keberadaan anak-anaknya maupun anak pegawai lain di Nvidia bukanlah praktik yang merugikan.
“Saya tahu banyak anak karyawan yang bekerja di sini,” katanya, dikutip The Information.
Dia menambahkan, “para orang tua tentu tidak akan merekomendasikan anak mereka jika hal itu justru bisa menimbulkan rasa malu.”
Fenomena ini juga diperkuat dengan kehadiran anak dari salah satu pendiri, Chris Malachowsky, serta anak direktur Aarti Shah di jajaran Nvidia.
Dengan demikian, Nvidia kian mengukuhkan diri sebagai perusahaan teknologi pertama di Silicon Valley yang beroperasi dalam model ‘bisnis keluarga’ modern, meski dalam bentuk strategis yang berbeda dari pola suksesi tradisional. (*)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
