
Frank Caprio, hakim terkenal dari AS yang mendapatkan julukan sebagai hakim paling baik di dunia. (Catholic News Agency).
JawaPos.com - Dunia hukum dan televisi Amerika Serikat berduka. Frank Caprio, hakim terkenal dari Rhode Island yang dikenal karena gaya mengadili penuh empati dan humor, meninggal dunia di usia 88 tahun setelah berjuang melawan kanker pankreas sejak 2023 lalu.
Kabar duka itu diumumkan oleh keluarganya melalui akun Instagram resmi. Dalam pernyataan tersebut, Caprio dikenang sebagai sosok yang memiliki “kehangatan dan keyakinan tak tergoyahkan terhadap kebaikan manusia”.
Selama lebih dari 40 tahun kariernya sebagai hakim di kota Providence, Rhode Island, Caprio dikenal berbeda dari kebanyakan hakim. Ia sering mempertimbangkan latar belakang dan kondisi pribadi terdakwa sebelum menjatuhkan keputusan.
Pendekatan yang humanis dan penuh rasa humor inilah yang membuat publik menjulukinya 'hakim paling baik di dunia'.
Namanya semakin mendunia lewat acara televisi berjudul Caught in Providence (Sidang di Providence), yang menayangkan langsung proses persidangannya. Tayangan ini bukan hanya populer di televisi, tetapi juga menjadi fenomena internet.
Potongan video persidangannya ditonton miliaran kali di media sosial, terutama karena menampilkan sisi lain hukum yang hangat dan menyentuh hati.
Banyak momen Caprio yang menjadi viral, mulai dari ia mengajak anak-anak untuk duduk di kursi hakim bersama dirinya, hingga meluncurkan boneka 'hakim mini' berbentuk dirinya.
Bahkan, sebuah video singkat tentang rutinitas paginya, dari menggosok gigi, menandatangani bukunya, hingga menonton tayangan sidang miliknya, ditonton lebih dari lima juta kali di TikTok.
Dalam wawancara pada 2019, Caprio mengatakan bahwa sidang-sidangnya “menunjukkan potret kehidupan masyarakat Rhode Island yang sebenarnya, dan persoalan yang mereka hadapi sesungguhnya juga dialami masyarakat di seluruh Amerika.”
Selama masa penayangannya, acara Caught in Providence beberapa kali masuk nominasi penghargaan televisi bergengsi Daytime Emmy. Caprio sendiri meraih dua nominasi pribadi pada 2024, setahun sebelum wafatnya.
Perusahaan produksi acara tersebut, Debmar-Mercury, memberi penghormatan dengan menyebut Caprio sebagai hakim yang memiliki perpaduan unik antara rasa belas kasih dan akal sehat.
Mengutip BBC, putranya, David Caprio, berterima kasih kepada para penggemar atas dukungan yang tak henti diberikan selama ayahnya sakit, sekaligus mengajak masyarakat untuk 'menyebarkan sedikit kebaikan' demi mengenang warisan sang ayah.
Frank Caprio meninggalkan seorang istri yang telah mendampinginya hampir enam dekade, Joyce Caprio, lima orang anak, tujuh cucu, serta dua cicit.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
