Kondisi anak-anak Gaza krisis makanan (Dok. Le Monde)
JawaPos.com - Krisis kelaparan di Jalur Gaza, Palestina, semakin memburuk, dan kini menjadi sorotan dunia global. Sejak Maret 2025, Israel memperketat blokade total terhadap wilayah tersebut, menutup akses masuk bantuan pangan, obat-obatan, dan juga bahan bakar.
Amnesty International menyebut bahwa kelaparan yang terjadi bukan sekadar dampak konflik, melainkan hasil dari kebijakan yang disengaja dan sistematis.
“Testimoni yang kami kumpulkan bukan sekedar kisah penderitaan, melainkan dakwaan tajam terhadap sistem internasional yang membiarkan Israel menyiksa rakyat Palestina dengan Impunitas hampir total,” ujar Erika Guevara Rosas, Direktur Amnesty International.
Human right Watch turut menyatakan keprihatinan serupa. menyatakan bahwa pasukan Israel tidak hanya sengaja membuat warga Palestina kelaparan, tetapi juga menembaki mereka saat mencoba mencari makanan Belkis Wille.
Baca Juga: Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata di Ukraina dan Penyelesaian Krisis Kemanusiaan Gaza
Peneliti senior HRW menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional. Data dari Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan bahwa hingga pertengahan Agustus 2025, lebih dari 240 warga sipil telah meninggal akibat kelaparan, termasuk 107 anak-anak. UNICEF melaporkan bahwa rata-rata 28 anak meninggal setiap harinya di Gaza, baik karena baik karena serangan maupun kekurangan gizi lebih dari 13.000 kasus malnutrisi aku tercatat pada Juli, dengan 2.800 diantaranya tergolong parah.
Wilayah terdampak paling parah meliputi Gaza Utara dan Kota Gaza, di mana akses bantuan hampir sepenuhnya terputus. Menurut laporan UN news, sistem distribusi bantuan yang demiliterisasi justru menjadi jebakan bagi warga sipil, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut situasi ini sebagai “bencana kemanusiaan yang Epic” dan menyerukan gencatan senjata segera. Sementara itu, Al Jazeera melaporkan bahwa rumah sakit di arafah dan jabalia kewalahan menangani pasien kelaparan, dengan banyak anak-anak yang datang dalam kondisi kritis.
Krisis ini memicu lebih dari 100 organisasi kemanusiaan dan sejumlah negara, termasuk Inggris, Kanada, dan Jepang, yang menyerukan penghentian blokade dan akses tanpa hambatan untuk bantuan.
Namun, hingga kini, respons konkret dari komunitas internasional masih minim. kelaparan di Gaza bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi juga ujian bagi Nurani Global dunia tidak bisa lagi berpaling.
Baca Juga: Sebanyak 800 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Rakyat Palestina di Gaza Terdistribusi Melalui Airdrop
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
