Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Agustus 2025 | 20.56 WIB

Usai Gigit 53 Orang, Lumba-Lumba yang Menyerang Perenang di Fukui Ditemukan Mati di Laut Jepang

Ilustrasi lumba-lumba yang serang perenang ditemukan tewas. (wirestock/Freepik). - Image

Ilustrasi lumba-lumba yang serang perenang ditemukan tewas. (wirestock/Freepik).

JawaPos.com - Seekor lumba-lumba yang sempat menggemparkan Jepang karena menyerang puluhan perenang akhirnya ditemukan mati.

Hewan laut yang dikenal agresif ini teridentifikasi di perairan Prefektur Fukui setelah sebelumnya hilang dari pemantauan.

Dilansir dari media Jepang, Asahi Shimbun (14/8), bangkai seekor lumba-lumba jenis Indo-Pacific bottlenose ditemukan oleh seorang nelayan lokal di lepas pantai utara Semenanjung Tsuruga, Prefektur Fukui, pada 13 Agustus 2024.

Penemuan ini segera dikonfirmasi pihak berwenang setempat yang memastikan bahwa lumba-lumba tersebut cocok dengan ciri hewan yang sebelumnya terlibat dalam serangkaian insiden penyerangan terhadap perenang.

Sejak 2022 hingga 2024, lumba-lumba itu diketahui telah menggigit setidaknya 53 perenang di wilayah pantai Fukui dan Ishikawa. Kasus ini menjadi perhatian publik karena perilaku hewan laut tersebut dianggap tidak biasa dan membahayakan aktivitas wisata pantai.

Masih dari laporan Asahi Shimbun (14/8), pemerintah prefektur sempat menangkap lumba-lumba itu pada Juni lalu untuk sementara waktu.

Pihak berwenang bahkan memasang perangkat pelacak di bagian punggungnya guna memantau pergerakan. Namun, sejak 1 Juli 2024, sinyal alat pelacak itu hilang, dan hewan tersebut tidak lagi terlihat hingga akhirnya ditemukan mati.

Pihak berwenang saat ini tengah bekerja sama dengan para ahli kelautan untuk menyelidiki penyebab kematian lumba-lumba tersebut. Dugaan sementara masih terbuka, apakah akibat faktor alami, kondisi lingkungan, atau hal lainnya.

Bagi masyarakat setempat, kematian hewan ini menjadi akhir dari keresahan panjang yang sempat menimbulkan ketakutan saat berenang di laut terbuka.

Kematian lumba-lumba yang menyerang puluhan perenang di Fukui menutup serangkaian insiden yang terjadi sejak 2022. Pemerintah daerah saat ini fokus pada penelitian penyebab kematian hewan laut itu untuk memastikan tidak ada ancaman serupa di kemudian hari.

**

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore