(AFP via Getty Images)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska. Tujuan pertemuan itu tentu menyetujui kesepakatan damai perang Rusia-Ukraina.
Mimpi mendamaikan dua negara ini sudah digadang Trump sejak masa kampanye. Dia mulanya optimistis bahwa tangannya dapat menghentikan perang.
Putin yang awalnya disebut dekat dengan Trump, tak kunjung mengabulkan mimpi itu. Hingga akhirnya Trump merapat ke Ukraina dan beberapa kali menggelar pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (14/8), Trump kali ini semakin menekan Putin. Dia mengancam jika Kremlin menolak mengakhiri perang maka ada sanksi yang besar.
Dia menekankan bahwa dalam pertemuan kali ini sudah harus ada kesepakatan damai itu. Hal ini disampaikannya pada Rabu (13/8) waktu setempat atau setelah menggelar rapat virtual dengan Zelensky.
"Sekarang mungkin tidak akan ada pertemuan kedua karena jika saya merasa tidak pantas untuk mengadakannya karena saya tidak mendapatkan jawaban yang kita butuhkan," katanya di hadapan waratawan di Washington.
Departemen Keuangan Amerika mengeluarkan aturan agar Putin dan warga Rusia yang akan mendarat di Alaska tidak dikenai sanksi. Dilansir dari CNN, Direktur Kantor pengawasan Aset Luar negeri Departemen keuangan menandatangani keputusan yang menangguhkan sementara beberapa sanksi terhadap Rusia karena agenda hari ini.
Departemen ini menjatuhkan beberapa sanksi kepada Rusia dan pelanggaran HAM. Mereka tidak bisa mengakses keuangan global dan beberapa individu atau entitas dari Rusia juga tidak bisa bergerak bebas di wilayah Amerika.
Setelah melakukan telekonferensi dengan Trump, Zelensky meminta Kyiv harus diberikan jaminan keamanan yang kuat. Pernyataan ini dikeluarkan bersama dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan mengatasnamakan pemimpin Eropa. Mereka mendesak agar Ukraina dilibatkan dalam segala keputusan.
"Mereka (Trump dan Putin) menegaskan bahwa jalan menuju perdamaian di Ukraina, diputuskan harus dengan Ukraina," kata pernyataan bersama tersebut.
Zelensky berharap bahwa pertemuan puncak hari ini akan fokus pada gencatan senjata dan dilakukan segera. "Sanksi harus diberlakukan jika Rusia tidak menyetujui gencatan senjata," ungkapnya.
Zelenksy, sebelumnya telah bertemu dengan Starmer di Downing Street, London, selama satu jam. Mereka membicarakan gencatan senjata sekaligus dukungan setelahnya.
"Koalisi yang ada siap untuk melaksanakan rencana militernya pascaperang di Ukraina, segera setelah kesepakatan damai tercapai," ucap Starmer seperti dilansir dari The Telegraph. Dia juga menjanjikan akan ada kemajuan jaminan keamanan Ukraina.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
