Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Agustus 2025 | 22.23 WIB

Guru Baru di Amerika Serikat Terima Email Peringatan Misterius dari Pendahulunya, Isinya Bikin Merinding

Seorang guru perempuan duduk di meja kelas dengan kedua tangan menutupi wajah, menggambarkan tekanan dan kecemasan yang dihadapi tenaga pendidik di tengah krisis pendidikan. (Dok. Canva) - Image

Seorang guru perempuan duduk di meja kelas dengan kedua tangan menutupi wajah, menggambarkan tekanan dan kecemasan yang dihadapi tenaga pendidik di tengah krisis pendidikan. (Dok. Canva)

JawaPos.com – Memulai pekerjaan baru selalu menegangkan, apalagi bagi seorang guru yang akan menghadapi kelas dan murid untuk pertama kalinya.

Namun, bagaimana jika sehari sebelum hari pertama, Anda menerima email misterius dari orang yang pernah memegang posisi itu, berisi peringatan keras soal kondisi sekolah?

Itulah yang dialami seorang guru baru di Amerika Serikat. Dikutip dari YourTango, seorang warganet membagikan kisah temannya yang menerima email anonim dari pendahulu di sekolah tersebut. Email itu dikirim melalui alamat acak, dimulai dengan kalimat, “Jika kamu membaca ini, kemungkinan besar kamu telah menerima posisi yang dulu pernah saya pegang”.

Dalam isi pesannya, sang mantan guru menggambarkan pengalamannya penuh dengan minimnya dukungan, kepemimpinan yang buruk, dan ekspektasi yang tak realistis.

“Berbicara untuk menyampaikan keluhan sering kali hanya dibalas dengan diam atau penolakan,” tulisnya.

Ia juga memperingatkan bahwa batasan kerja tidak dihargai, dan guru dituntut bekerja melampaui kapasitas demi memenuhi tuntutan yang berlebihan.

“Jika mulai terasa ada yang janggal, percayai nalurimu,” lanjutnya.

Ia menyarankan guru baru itu untuk mendokumentasikan setiap kejadian penting, melindungi waktu, ketenangan, dan profesionalismenya.

Pesan itu bahkan ditutup dengan catatan tambahan, yakni merekam setiap percakapan pribadi dengan pihak manajemen, tentu saja dengan catatan bahwa hal ini perlu disesuaikan dengan hukum setempat.

Krisis Guru yang Semakin Nyata

Fenomena ini tidak datang tanpa alasan. Menurut laporan Universitas Missouri pada 2025, sebanyak 78 persen guru pernah mempertimbangkan untuk berhenti mengajar, terutama mereka yang sudah berpengalaman.

Penulis studi bahkan menyebut kelelahan guru sebagai “tantangan kesehatan publik besar” yang mengancam sistem pendidikan.

Hal serupa juga tergambar dalam laporan terbaru California Teachers' Association. Empat dari sepuluh guru di negara bagian itu mempertimbangkan hengkang dalam beberapa tahun ke depan, sebagian besar karena alasan finansial.

Sebanyak 84 persen mengaku tidak mampu tinggal di dekat sekolah tempat mereka bekerja, dan 81 persen mengatakan gaji mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti belanja harian dan biaya penitipan anak.

Seorang guru bahasa, Elsa Batista, pernah menegaskan dalam konferensi pers 2024, “Mengajar kini menjadi pekerjaan yang melelahkan secara mental, emosional, dan fisik. Kami kuat dan kreatif, tetapi kami butuh dukungan. Saat ini, itu belum terjadi.”

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore