
Ilustrasi. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu geram dengan keputusan Australia mengakui Palestina di sidang PBB September mendatang. (The Nightly)
JawaPos.com - Keputusan Pemerintah Australia untuk secara resmi mengakui negara Palestina pada Sidang Majelis Umum PBB September mendatang langsung memicu reaksi keras dari Israel.
Duta Besar Israel untuk Australia, Amir Maimon, menilai langkah tersebut sebagai 'kesalahan besar' yang justru memberi keuntungan bagi kelompok Hamas.
“Dengan mengakui negara Palestina sementara Hamas masih membunuh, menculik, dan menolak perdamaian, Australia melemahkan keamanan Israel, menggagalkan negosiasi pembebasan sandera, dan memberi kemenangan bagi mereka yang menolak hidup berdampingan,” ujar Maimon dalam pernyataan resminya, Senin (11/8).
Ia menambahkan, dengan menghadiahi mereka yang menggunakan teror sebagai alat politik, akan mengirim pesan berbahaya bahwa kekerasan membawa keuntungan politik.
Pernyataan itu datang hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri Anthony Albanese mengumumkan keputusan bersejarah tersebut di Canberra, usai rapat kabinet.
Albanese menegaskan, pengakuan ini merupakan bagian dari upaya global untuk mendorong solusi dua negara sebagai jalan keluar terbaik bagi konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
“Pada Sidang Umum PBB ke-80, Australia akan mengakui negara Palestina berdasarkan komitmen yang telah kami terima dari Otoritas Palestina,” kata Albanese mengutip laman News.
“Tidak akan ada peran bagi teroris Hamas dalam negara Palestina masa depan. Otoritas Palestina juga telah berkomitmen mengakui hak Israel untuk hidup damai, melucuti senjata, menghapus pembayaran bagi keluarga pelaku serangan, serta melakukan reformasi tata kelola dan transparansi keuangan," lanjutnya.
Albanese mengungkapkan bahwa keputusan ini telah dibahas dengan para pemimpin dunia seperti PM Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Selandia Baru Christopher Luxon, PM Israel Benjamin Netanyahu, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Langkah Australia ini disambut positif oleh sejumlah pihak, termasuk Menteri di Kabinet Bayangan, Ed Husic, yang sejak lama mendesak pengakuan Palestina. “Bagus. Kita memang harus melakukannya. Semakin cepat, semakin baik,” ujarnya singkat.
Namun di sisi lain, PM Israel Netanyahu menyebut langkah Australia sebagai 'memalukan' dan mengklaim hal itu akan disambut baik oleh Hamas.
Meski begitu, Albanese menegaskan bahwa momentum internasional sedang dibangun untuk mendorong terbentuknya negara Palestina yang terpisah dari pengaruh kelompok bersenjata.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
