Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Agustus 2025 | 20.19 WIB

PM Australia Anthony Albanese Umumkan Pengakuan Resmi Negara Palestina, Israel Peringatkan Bahaya Besar

Ilustrasi. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu geram dengan keputusan Australia mengakui Palestina di sidang PBB September mendatang. (The Nightly) - Image

Ilustrasi. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu geram dengan keputusan Australia mengakui Palestina di sidang PBB September mendatang. (The Nightly)

JawaPos.com - Keputusan Pemerintah Australia untuk secara resmi mengakui negara Palestina pada Sidang Majelis Umum PBB September mendatang langsung memicu reaksi keras dari Israel. 

Duta Besar Israel untuk Australia, Amir Maimon, menilai langkah tersebut sebagai 'kesalahan besar' yang justru memberi keuntungan bagi kelompok Hamas.

“Dengan mengakui negara Palestina sementara Hamas masih membunuh, menculik, dan menolak perdamaian, Australia melemahkan keamanan Israel, menggagalkan negosiasi pembebasan sandera, dan memberi kemenangan bagi mereka yang menolak hidup berdampingan,” ujar Maimon dalam pernyataan resminya, Senin (11/8).

Ia menambahkan, dengan menghadiahi mereka yang menggunakan teror sebagai alat politik, akan mengirim pesan berbahaya bahwa kekerasan membawa keuntungan politik.

Pernyataan itu datang hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri Anthony Albanese mengumumkan keputusan bersejarah tersebut di Canberra, usai rapat kabinet.

Albanese menegaskan, pengakuan ini merupakan bagian dari upaya global untuk mendorong solusi dua negara sebagai jalan keluar terbaik bagi konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

“Pada Sidang Umum PBB ke-80, Australia akan mengakui negara Palestina berdasarkan komitmen yang telah kami terima dari Otoritas Palestina,” kata Albanese mengutip laman News.

“Tidak akan ada peran bagi teroris Hamas dalam negara Palestina masa depan. Otoritas Palestina juga telah berkomitmen mengakui hak Israel untuk hidup damai, melucuti senjata, menghapus pembayaran bagi keluarga pelaku serangan, serta melakukan reformasi tata kelola dan transparansi keuangan," lanjutnya.

Albanese mengungkapkan bahwa keputusan ini telah dibahas dengan para pemimpin dunia seperti PM Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Selandia Baru Christopher Luxon, PM Israel Benjamin Netanyahu, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Langkah Australia ini disambut positif oleh sejumlah pihak, termasuk Menteri di Kabinet Bayangan, Ed Husic, yang sejak lama mendesak pengakuan Palestina. “Bagus. Kita memang harus melakukannya. Semakin cepat, semakin baik,” ujarnya singkat.

Namun di sisi lain, PM Israel Netanyahu menyebut langkah Australia sebagai 'memalukan' dan mengklaim hal itu akan disambut baik oleh Hamas. 

Meski begitu, Albanese menegaskan bahwa momentum internasional sedang dibangun untuk mendorong terbentuknya negara Palestina yang terpisah dari pengaruh kelompok bersenjata.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore